SIAK (RIAUPOS.CO) - Bupati Siak Dr Afni Z MSi melaksanakan tes wawancara bagi dua kandidat yang tersisa untuk memimpin BUMD terstrategis di Provinsi Riau yaitu PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Dua kandidat direktur PT BSP, Robi Junipa dan Muttaqin menyisihkan delapan kandidat lainnya yang menjadi harapan baru perbaikan dan optimalisasi pendapatan asli daerah dari sektor migas.
Transparansi dan profesionalitas pemilihan Calon Direktur BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) sampai ke titik final, bertempat di lantai 39 Gedung Wisma Mulia, Senin (18/5) petang.
Baca Juga: Harga Sejumlah Komoditi di Kuansing Merangkak Naik
Dalam hal ini, Bupati Afni idak sendiri, wawancara melibatkan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, setelah sebelumnya dengan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Riau Dr Evenri Sihombing, SE.
Di markas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak Gas Bumi (SKK Migas) itu, dua kandidat Robi Junipa dan Muttaqin kompak berjalan beriringan.
Wawancara akhir di hadapan Bupati Afni Z, didampingi oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, menjadi proses akhir. Staf yang tidak berkepentingan dilarang masuk, hanya beberapa catatan yang menampilkan angka-angka produksi, proyeksi lifting, dan strategi optimalisasi Blok CPP (Coastal Plains and Pekanbaru).
Baca Juga: Ratusan ASN di Setwan DPRD Akan Dipindah ke OPD Lain
Sebagai pemegang saham, Bupati Siak turun langsung menguji kelayakan para calon nakhoda. Kehadiran Kepala SKK Migas di sisinya menegaskan bahwa seleksi ini tidak hanya mencari pemimpin yang paham dinamika daerah, tetapi juga harus selaras dengan regulasi dan target ketahanan energi nasional.
“Ini bukan sekedar wawancara biasa. Ini pertama kali kami lakukan dalam pemilihan calon Dirut BSP melibatkan PPM yang memang sudah teruji, sesuai saran para pihak,” kata Bupati Afni, Selasa (19/5/2026) pagi.
Meskipun keputusan akhir berada di tangan Bupati Afni, tentu saja imasukan dari kepala SKK Migas sangat diperlukan, agar proses ini berjalan fair dan mendapatkan calon direktur yang siap dengan tantangan yang hari ini sedang dihadapi BSP.
Afni bersama Djoksis sapaan akrab Kepala SKK Migas. mencecar kedua kandidat dengan pertanyaan-pertanyaan tajam seputar efisiensi operasional, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), eksplorasi agresif, hingga komitmen menaikkan lifting sebagai kontribusi energi nasional.
Pekan lalu keduanya juga mendapatkan pertanyaan tajam dari Bupati Afni dan Kepala perwakilan BPKP Provinsi Riau Dr.Evenri Sihombing, SE, di Kantor BSP Gedung Surya Dumai Pekanbaru.
Keduanya dicecar terkait komitmen mereka terhadap implementasi Good Corporate Governance (GCG). Kiat kiat mereka dalam merapikan struktur BSP yang hari ini dianggap terlalu gemuk juga tak luput dibedah.
Baca Juga: BI Yakin Rupiah Menguat Juli-Agustus
“Hari ini kami ingin tahu seberapa jelas visi, misi dan keberanian mereka dalam melakukan re-organisasi di tubuh BSP,” kata Bupati Afni.
Sengaja melibatkan Kepala BPKP supaya proses ini transparan. Dua calon direktur ini juga mendapatkan masukan terkait komitmen mereka dalam penerapan GCG.
“Kami ingin BSP ke depan benar-benar berubah menuju ke arah yang lebih baik,” ujar Bupati Afni.
Baca Juga: Layanan Konsumsi Siap Santap Disiapkan, Cuaca 46 °C, JCH Tetap Aktif Jalani Manasik dan Ibadah
Dua Karakter, Satu Tujuan
Meskipun isi ruang rapat terkunci rapat dari telinga luar, profil kedua kandidat sudah menjadi buah bibir di kalangan internal industri hulu migas. Robi yang memiliki pendidikan sarjana geofisika telah lama malang melintang berkarir di perusahaan pelat merah Pertamina.
Sementara Muttaqin adalah nakhoda PT BSP Zapin yang merupakan anak kandung PT BSP. Berdasarkan hasil analisa asesor PPM Manjemen Jakarta keduanya memiliki komitmen yang jelas terhadap masa depan BSP.
Menanti Ketukan Palu
Menjelang senja, suasana di Wisma Mulia perlahan kembali mencair. Satu per satu kandidat keluar dari ruangan wawancara dengan raut wajah yang campur aduk, lega namun tetap penuh harap.
Bupati Afni membawa catatan-catatan penting dari proses penajaman visi-misi tersebut. Rekomendasi dari ruangan tertutup ini akan menjadi poin mutlak bagi Bupati perempuan pertama Siak ini dalam memilih nakhoda baru yang akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Baca Juga: Jika Dikonsumsi Berlebihan, 6 Makanan Ini Bisa Berdampak Merusak Ginjal Secara Perlahan
“Inilah salah satu proses pemilihan Direktur BUMD paling profesional, karena melibatkan para pihak berkompeten di bidangnya,” jelas Bupati Afni.
Wisma Mulia senja itu mungkin kembali tenang, namun bagi masyarakat Siak khususnya, dan industri migas tanah air umumnya, detak jantung justru sedang berpacu lebih cepat menunggu pengumuman resmi. Siapakah dari kedua putra daerah terbaik Riau itu yang akan memimpin BSP menuju era baru.(mng/rls)
Editor : M. Erizal