SIAK (RIAUPOS.CO) - Di bawah kepemimpinan Bupati Dr Afni Z SAP MSi dan Wabup Syamsurizal SAg MSi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak begitu terbuka, terutama soal keuangan.
Bupati Afni tak sungkan menjelaskan ke publik kondisi keuangan Pemkab Siak. Bupati tak ingin ada rahasia, Bupati inginkan transparansi soal pengelolaan keuangan daerah.
Disebutkan Afni, biarlah masyarakat tahu kondisi keuangan Pemda, agar timbul semangat masyarakat Siak untuk menjaga daerahnya.
Meski tidak terlalu “telanjang,” namun langkah itu membuat Bupati Afni yakin perbaikan tata kelola keuangan yang dilakukan berdampak positif bagi Kabupaten Siak ke depan.
Baca Juga: Tim Dosen Unri Perkuat Sekolah Alam Bakau Mangrove Sungai Bersejarah di Siak
“Kami tak ingin ada yang disembunyikan dalam pengelolaan keuangan daerah ini, kami transparan agar tak menimbulkan tanya,” sebut Afni.
Langkah tak populer dipilih. Sebagai kepala daerah yang baru, bagi Afni dan Syamsurizal memiliki efek domino, namun jika itu untuk kebaikan bersama, dia tetap terus melangkah dan bersikap. Mengencangkan ikat pinggang, merata dilakukan penghematan secara besar besaran di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan sejumlah OPD, tidak ada kegiatan sama sekali.
Atas nama efisiensi, hanya pelayanan yang tak boleh berhenti, bahkan berusaha ditingkatkan. “Kami ingin tak henti memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, tak hanya administrasi kependudukan, kesehatan, sosial, kebersihan dan lainnya, tapi juga pelayanan di desa sampai ke RT RW,” terang Afni.
Baca Juga: Pemkab Siak dan Forkopimda Perkuat Mitigasi Hadapi Super El Nino
Sebagai anak jati Siak, Bupati Afni menginginkan kebaikan untuk masyarakat, dan kemajuan bagi kabupaten tempat dia di mana bertumbuh. Sesulit apapun, sesempit apapun ruang fiskal, Bupati Afni ingin selalu tetap jujur dan terbuka untuk tata kelola keuangan Pemkab Siak.
“Karena ini adalah amanah, amanah harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik baiknya,” ucapnya.
Tata kelola keuangan yang baik, berdampak positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Banyak aspek pendukungnya dan itu memerlukan dukungan semua pihak. “Satu persatu kami benahi, terutama yang menyangkut tata kelola keuangan,” jelasnya lagi.
Perlu kerja keras, tapi Bupati Afni ikhlas, meski kadang berbeda pandangan, bagi Afni itu hal yang biasa dan wajar. Bersama waktu, akan terjawab ketulusan ini.
Meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut, pada Kamis (18/6), di Auditorium Kantor BPK RI Perwakilan Riau, Pekanbaru. Bagi Bupati adalah bonus, dari usaha dan kerja keras bersama.
Bupati hadir bersama Ketua DPRD Indra Gunawan, Sekda Mahadar, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Raja Indor Parlindungan Siregar, Sekwan Budhi Yuwono, Inspektur Faly Wurendarasto.
Esensinya pada bagaimana pengelola keuangan daerah dengan bijak di tengah sempitnya fiskal, dan utang yang luar biasa, masti diselesaikan pembayarannya.
Baca Juga: Rumah Singgah Sementara di Depan RSUD Tengku Rafian
Realita ini, benar-benar menguji dirinya dan sebagai Bupati Siak, untuk mengambil langkah strategis dalam pengelolaan keuangan daerah, sehingga pemerintahan dapat terus berjalan dengan sangat baik. “Kami mengangsur utang 2024, dan utang 2025, meski berat, tapi beban itu mesti direalisasi,” ucapnya.
Terutama utang dengan pihak ketiga, kontraktor yang berutang ke bank, tentu berat bagi mereka. Makanya pembayan dilakukan secara sangat serius.
Capaian berupa WTP ke-15, menegaskan konsistensi pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Atas capaian ini, Bupati Afni menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perangkat daerah atas kerja keras dan komitmen bersama yang telah dilakukan, sehingga opini WTP kembali dapat dipertahankan.
“Alhamdulillah, Siak kembali mempertahankan predikat Opini WTP dari BPK RI. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Ini adalah keberhasilan bersama seluruh jajaran,” ujar Afni.
Bupati Afni menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah berpuas diri, mengingat masih terdapat sejumlah tindak lanjut rekomendasi BPK yang perlu diselesaikan sebagai bagian dari peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah.
“Namun kita jangan berpuas hati. Karena masih banyak kewajiban untuk menyelesaikan ataupun menjawab rekomendasi-rekomendasi yang diberikan. Sekali lagi terima kasih dan tetap semangat untuk kita semua,” ucap Bupati perempuan itu.
Mari bangkit untuk Kabupaten Siak, membenahi tata kelola keuangan daerah dengan transparan dan akuntabel. Bupati Afni mengatakan Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dari BPK atas kewajaran penyajian laporan keuangan pemerintah daerah. Konsistensi raihan selama 15 tahun berturut-turut ini menjadi indikator kuat komitmen Pemkab Siak dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Raihan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya Kabupaten Siak.***
Editor : Arif Oktafian