Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masyarakat Diimbau PVMBG agar Menjauhi Bantaran Sungai-Sungai yang Berhulu di Puncak Marapi

Redaksi • Jumat, 5 April 2024 | 22:38 WIB
Banjir lahar dingin yang melanda Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang memaksa warga mengungsi.
Banjir lahar dingin yang melanda Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang memaksa warga mengungsi.

PADANG (RIAUPOS.CO) —  Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat Agam, Bukittinggi, Padangpanjang dan Tanahdatar untuk menjauhi aliran dan bantaran sungai-sungai yang berhulu ke puncak Gunung Marapi, Sumatra Barat. Hujan masih akan berlangsung sehingga banjir lahar dingin dapat kembali terjadi.

Rangkaian erupsi Gunung  Marapi sejak 3 Desember 2023 hingga saat ini masih terus berlangsung secara fluktuatif dan tidak kontinyu. Erupsi-erupsi yang terjadi telah menghasilkan deposit material vulkanik berukuran abu, lapili, hingga batu/bom vulkanik di daerah puncak dan lereng Gunung Marapi.

Pada saat air hujan bercampur dengan endapan material vulkanik tersebut akan menghasilkan lahar (banjir lahar) yang akan mengalir ke daerah elevasi yang lebih rendah terutama sungai-sungai yang berhulu langsung di puncak G. Marapi.Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi: Jalan Bukittinggi-Padang Ditutup, Jalur Alternatif via Batusangkar

Berdasarkan rekaman seismograf di Pos Pengamatan G. Marapi, Bukittinggi, pada hari ini tanggal 5 April 2024 dari sekitar pukul 14:00 – 15:30 WIB terekam getaran/tremor yang berasal dari hujan lebat yang turun di daerah sekitar puncak Gunung Marapi yang kemudian mengakibatkan terjadinya banjir lahar di lokasi Bukik Batabuah, Kecamatan Candung (memutus jalan Bukik Batabuah – Lasi), Nagari Aia Angek, Kecamatan Sepuluh Koto (memutus jalan Padangpanjang – Bukittinggi), Kecamatan Sungai Pua, dan beberapa sungai yang mengalir ke Kecamatan Batipuah.

Dari sekitar pukul 18:53 WIB hingga saat ini dari rekaman seismograf masih terindikasi adanya hujan yang turun di wilayah Gunung Marapi.

“Sehubungan dengan hal itu, sebagai bentuk kewaspadaan terhadap lahar seperti yang direkomendasikan oleh PVMBG maka kami menegaskan dan mengimbau kembali agar masyarakat untuk sementara waktu menjauhi bantaran/aliran sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Marapi,” ungkap Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dr Ir Muhammad Wafid AN MSc seperti dikutip dari Padek.Jawapos.Com, Jumat (5/4/2024) malam.Baca Juga: Banjir Lahar Dingin Gunung Marapi Jumat Sore, Jalur Bukittinggi-Padang Putus

Hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Marapi masih tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi sebagai berikut:

Masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai potensi/ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Jika terjadi hujan abu maka masyarakat diimbau untuk menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta menggunakan perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Selain itu agar mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh.Baca Juga: Polda Riau Sapu Bersih Jaringan Narkoba Kampung Panger, 107 Kg Sabu Disita

Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di masyarakat, tidak menyebarkan narasi bohong (hoajks), dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat harap selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.

Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanahdatar, dan Kabupaten Agam agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung atau dengan Pos Pengamatan G. Marapi di Bukittinggi untuk mendapatkan informasi langsung tentang aktivitas G. Marapi.

Masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi G. Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter atau X, dan instagram).

Gunungi Marapi secara administratif terdapat di dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, Provinsi Sumatra Barat. Puncak tertinggi Gunung Marapi ini berada pada koordinat 0o 22’ 47,72” LS - 100o 28’ 16,71” BT (2891 mdpl). Aktivitas Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi Marapi yang berada di Jl Prof Hazairin No 168 Bukittinggi.

Editor : RP Edwar Yaman
#PVMBG Badan Geologi ESDM #gunung marapi #Lahar Dingin Gunung Marapi