Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Persoalan Pembebasan Lahan, Tol Sicincin-Bukittinggi Terancam Batal

Redaksi • Selasa, 9 Juli 2024 | 16:10 WIB
Pembangunan Tol Padang-Sicincin terus digesa.Sementara untuk ruas Tol Sicincin-Bukittinggi terancam batal karena persoalan lahan.
Pembangunan Tol Padang-Sicincin terus digesa.Sementara untuk ruas Tol Sicincin-Bukittinggi terancam batal karena persoalan lahan.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Situasi terkini terkait pembangunan jalan tol di Sumatera Barat, khususnya ruas Sicincin-Bukittinggi menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi menghambat kelanjutannya. Hingga saat ini, pemerintah pusat belum menetapkan lokasi pasti untuk pembangunan tol pada ruas tersebut.

Kompleksitas masalah lahan dan potensi penggusuran rumah-rumah warga menjadi isu utama yang perlu dipertimbangkan dengan seksama.

Sementara itu, pemerintah fokus pada penyelesaian pembangunan tol Padang-Sicincin, yang sudah mencapai tahap yang cukup lanjut. Meski banyak provinsi lain mengajukan permintaan pembangunan tol ke daerah mereka, pemerintah pusat masih dalam dilema terkait kelanjutan proyek tol di Sumatera Barat.

PT Hutama Karya (HK), sebagai pelaksana proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), terus mempercepat pembangunan. Mereka telah menyelesaikan sebagian besar ruas tol tahap pertama dan sebagian tahap kedua, dengan target penyelesaian keseluruhan beberapa ruas pada tahun ini.

Dalam rapat terbaru dengan DPR, terungkap bahwa progres pembangunan JTTS sudah mencapai 800 kilometer dari total 2.854 kilometer yang direncanakan. Kelanjutan pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi dan Padang-Pekanbaru belum diputuskan secara definitif.

Pemerintah terus mempertimbangkan berbagai aspek dan dampak dari pembangunan infrastruktur tol ini, termasuk upaya menghindari polemik terkait penggusuran dan pemanfaatan lahan.

Dalam rapat dengar pendapat dengan DPR pekan lalu, Direktur Utama HK Budi Harto menyatakan bahwa dari keseluruhan penugasan pembangunan JTTS sepanjang 2.854 kilometer, hingga saat ini telah terbangun 800 kilometer.

Budi Harto menjelaskan bahwa pengerjaan pembangunan JTTS dibagi ke dalam empat tahapan. Tahap pertama meliputi sembilan ruas yang telah beroperasi secara penuh dan beberapa yang masih dalam tahap konstruksi. Tahap kedua merupakan backbone yang menghubungkan Palembang dengan Pekanbaru.

Tahap ketiga melanjutkan backbone yang akan menghubungkan Pekanbaru sampai Aceh, dan tahap keempat meliputi ruas border. Tol yang telah beroperasi meliputi ruas Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Palembang-Indralaya, Terbanggi Besar-Kayu Agung, Bakauheni-Terbanggi Besar, Taba Penanjung-Bengkulu, dan Simpang Indralaya-Muara Enim.

Sementara yang telah beroperasi sebagian dan masih dalam konstruksi antara lain Sigli-Banda Aceh, Binjai Langsa Seksi Binjai-Pangkalan Brandan, Kisaran-Indrapura, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Siantar, Padang-Sicincin, dan Pekanbaru-Koto Kampar.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Sicincin Bukittinggi #Komisi VI DPR RI #PT Hutama Karya (HK) #Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) #persoalan lahan