AGAM (RIAUPOS.CO) – Empat hari pascabanjir bandang atau galodo yang melanda Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, kondisi di tiga desa terdampak masih memprihatinkan. Hingga Selasa (2/12/2025), sejumlah warga dan rumah dilaporkan masih terkubur material lumpur, pasir, dan pepohonan.
Ilham, warga Desa Selaras Air, mengungkapkan bahwa proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung intensif. Menurutnya, kondisi di lapangan masih jauh dari pulih.
“Sampai saat ini masih banyak rumah dan masyarakat yang terkubur. Situasinya sangat berat, karena material yang menimbun cukup tebal,” ungkap Ilham.
Ia menjelaskan, sejak hari pertama pasca bencana, bantuan mulai berdatangan. Khususnya dari unsur TNI–Polri yang terus melakukan pencarian korban serta membuka akses jalur yang tertutup longsoran.
“Alhamdulillah, bantuan dari TNI-Polri terus mengalir. Termasuk dari Polda Riau yang juga ikut turun langsung membantu pencarian dan membuka akses,” ujarnya.
Hingga hari keempat, alat berat masih dikerahkan untuk mengangkat material banjir bandang yang menutupi permukiman. Warga pun berharap proses evakuasi dapat dipercepat mengingat masih ada keluarga dan tetangga mereka yang belum ditemukan.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan BNPB, BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri terus mengupayakan pencarian korban serta penanganan darurat bagi warga terdampak. Selain itu, bantuan logistik mulai disalurkan ke posko-posko pengungsian di tiga desa tersebut.(nda)
Editor : Edwar Yaman