BUKITTINGGI (RIAUPOS.CO) -- Suasana duka pekat menyelimuti Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025) petang.
Sepetak lahan kini berubah menjadi tempat peristirahatan terakhir para korban banjir bandang dan longsor dahsyat. Warga bergotong-royong melakukan pemakaman massal untuk puluhan jenazah yang terus ditemukan dari balik tumpukan material bencana.
Ium, salah seorang warga Kampung Tengah, mengungkapkan hingga kini, setidaknya ada 33 jenazah telah dimakamkan secara massal di lokasi tersebut. Banyak di antaranya harus dikebumikan dalam satu liang lahat karena kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan untuk dimakamkan satu per satu.
"Ada yang satu lubang itu berisi 20 jenazah. Ada yang belasan, ada juga tiga. Daripada membusuk, kami kuburkan cepat," ujar Ium.
Pemakaman massal telah berlangsung sejak Sabtu lalu. Dengan segala keterbatasan, warga bekerja tanpa henti, menggali, menata jenazah, hingga memanjatkan doa di tengah aroma duka yang tak pernah benar-benar hilang.
Menurut Ium, sebagian besar jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Banyak tubuh yang tidak utuh, bahkan beberapa tanpa identitas sama sekali.
"Ada yang terpotong-potong tanpa identitas, kepalanya tidak ditemukan. Ada yang tinggal pahanya saja. Ada juga dua jenazah yang sama sekali tidak diketahui identitasnya. Langsung kami kubur karena khawatir cepat membusuk," jelasnya.
Proses pemakaman dilakukan secara darurat. Banyak korban ditemukan di lokasi berbeda, terbawa arus galodo yang kuat, dan sebagian besar sudah mengalami kerusakan parah saat ditemukan.
Pantauan di lapangan menunjukkan warga bekerja bahu-membahu, ada yang menggali liang lahat, ada yang membungkus serta menata jenazah, dan sebagian lainnya memanjatkan doa bagi mereka yang berpulang dalam tragedi ini. Di tengah sunyi yang patah, Kampung Tengah seakan berubah menjadi lembah yang menangis, menyimpan kisah kehilangan yang tak akan lekang oleh waktu.
Editor : Rinaldi