Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diguyur Hujan Lebat, Karhutla di Pulau Bengkalis Padam

A
Penulis: Abu Kasim❯
Pascadiguyur hujan deras, petugas gabungan tetap melakukan pendinginan api karhutla di Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Selasa (7/4/2026) siang.(Bhabinkamtibmas Kembung Luas for Riau Pos)
Pascadiguyur hujan deras, petugas gabungan tetap melakukan pendinginan api karhutla di Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Selasa (7/4/2026) siang.(Bhabinkamtibmas Kembung Luas for Riau Pos)

Advertisement

 BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Akibat diguyur hujan deras pada, Selasa (7/4/2026) sejak subuh dan di sore hari, akhirnya api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima desa di Pulau Bengkalis berangsur padam. Meski demikian petugas gabungan tetap melakukan pendinginan di lokasi kebakaran di Desa Kembung Luar dan Kembung Baru Kecamatan Bantan, Bengkalis.

"Alhamdulillah, setelah ditinjau Karo Ops Polda Riau bersama As Ops Kodam XIX Tuanku Tambusai (TT) Riau di lokasi karhutla di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, hujan turun dengan intensitas tinggi selama satu jam lebih. Akhirnya api berangsur padam," ujar Bhabinkamtibmas Desa Kembung Luar, Depari, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan, setelah subuh hujan cukup deras dan paginya petugas kembali ke lokasi untuk memastikan api padam total. Namun karena lahan yang terbakar adalah lahan gambut kering, maka api yang pada dibagian permukaanya saja dan dibagian dalam gambut masih ada api.

Makanya kata Depari, petugas masih melakukan penyemprotan air agar api di dalam gambut benar-benar padam. Makanya petugas sampai sore masih siaga agar api tak kembali muncul melalui bagian bawah gambut.

Sedangkan Kasi Pemerintahan Desa Kembung Luar, Ahban juga mengatakan, hujan deras yang terjadi subuh hari membuat api padam. Jika tidak ada pertolongan dari langit, maka kebakaran akan makin meluas.

Advertisement

"Alhamdulillah sudah padam. Mudah-mudahan hujan kembali turun, sehingga api benar-benar padam total dan tidak menyala kembali," harapnya.

Sedangkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bengkalis, Salman Alfarisi menyampaikan, setelah turun hujan kondisi karhutla di Pulau Bengkalis, yakni di Kecamatan Bengkalis di 5 titik dengan luas lahan terbakar 230 hektare. Yakni di Desa Sekodi, Kelemantan dan Desa Palkun. Sedangkan di Kecamatan Bantan terdapat 1 hot spot dengan luas lahan terbakar mencapai 71 hektare, yakni di Desa Teluk Lancar, Kembung Luar dan Kembang Baru dengan luas lahan yang terbakar mencapai 301 ha sudah berangsur padam.

"Ya, kemarin (Senin) api karhutla sempat berkembang dan terakhir sampai ke Desa Kembung Baru yang bertetangga dengan kembung Luar. Di lokasi baru ini baru terjadi sejak Ahad (5/4/2026) dan sampai sore (Senin) karhutla di Jalan Akit Jaya Ujung, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan sudah padam," ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan, penyebabnya karena cuaca ekstrem yakni angin kencang, musim kemarau dan gambut kering. Sedangkan kronologi kejadian, pada  Ahad (5/4/2026) petugas Pusdalops Kecamatan Bantan mendapatkan informasi dari Sekretaris Desa Kembung Baru bahwa kebakaran lahan yang pada awalnya terjadi di Teluk Lancar, sudah menjalar ke Desa Kembung Baru.

 Ia menyebutkan, akses jalan masuk lewat Jalan Akit Jaya Ujung lebih kurang 500 meter dari ujung aspal dan dilakukan tindakan pemadaman oleh Tim Satgas Gabungan, masyarakat dan instansi terkait. Juga sudah  dikunjungi oleh Pusdal Ops-PB BPBD Kabupaten Bengkalis.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, meminta penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

BPBD Kampar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla.

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Kapolda Riau Sebar 260 Plang Larangan Pembakaran

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Kapolda Riau Sebar 260 Plang Larangan Pembakaran

Salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, Kapolda Riau Ierjen Arman Achdiat menyeebar 260 plang larangan pembakaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer