Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Bengkalis Sulit Dapat BBM, Pertamina: Stok Tersedia

Abu Kasim • Sabtu, 20 Desember 2025 | 10:01 WIB
Ratusan pengendara sepeda motor mengantre cukup panjang untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di Pertamini milik warga, Jumat (19/12/2025).
Ratusan pengendara sepeda motor mengantre cukup panjang untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite di Pertamini milik warga, Jumat (19/12/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Sudah empat hari belaka­ngan warga Pulau Bengkalis kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Khususnya jenis pertalite. Dua stasiun pengisian bahan bakar minyak (SPBU) yang ada di Kota Bengkalis tutup, karena stok BBM kosong.

Dampak dari kekosongan BBM di SPBU, membuat sejumlah pengisian BBM di pinggir jalan dengan menggunakan mesin Pertamini menjadi antre panjang. Masing-masing warga dibatasi 2 liter per sepeda motor.

Pantauan di lapangan, ratusan pengemudi sepeda motor mengantre sekitar 500 meter. Mereka mengantre dengan rapi di sepanjang jalan demi mendapatkan dua liter minyak.

”Ya, seperti inilah. Harus antre panjang demi mendapatkan dua liter minyak yang dijatah oleh pemilik POM mini. Tapi setelah lama mengantre sampai dekat pe­ngisian malah minyaknya habis dan tak kebagian,” keluh Yanto, salah seorang warga yang sedang mengantre mendapatkan BBM Pertalite, Jumat (19/12).

Ia mengaku, sudah berkeliling di dua SPBU yang ada di Kota Bengkalis. Namun kedua SPBU tersebut tutup.

Alasannya minyak belum datang. Karena itu ia berusaha berkeliling mencari dan akhirnya menemukan ada antrean panjang membeli minyak.

Menurutnya, kondisi ini sangat meresahkan ma­syarakat karena dalam empat hari terakhir ini minyak kosong semua. “Tapi aneh juga, karena dari mobil tangki minyak yang naik melalui kapal ro-ro, jumlahnya ada 12 mobil tangki BBM. Tapi setelah sampai ke SPBU malah tak kebagian, katanya habis terjual,” ucapnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Bobi. Ia mengaku sudah dua hari sepeda motornya tak ada minyak, sehingga untuk bepergian urusan pekerjaan menjadi kendala. Kadang malah jalan kaki untuk mencari sesuatu yang diperlukan di rumah. “Memang beratlah cobaan ini. Tak hanya antrean ro-ro Bengkalis, sekarang antrean BBM dan sulit didapat,” jelasnya.

Sedangkan Ayi, salah seorang warga Kampung Tengah Bengkalis juga mengeluhkan kelangkaan BBM. Karena nasibnya sama dengan warga yang lain. Di mana sepeda motornya juga tidak ada minyaknya.

“Hari ini (Jumat, red) kosong dan susah mendapat minyak. Makanya mengantar istri berjualan terpaksa menyewa becak membawa barang jualannya,” ucapnya.

Ia mengharapkan, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tanggap dengan kondisi masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM jenis pertalite maupun pertamax.

‘’Tapi kami melihat tak ada perhatian pemerintah dengan nasib yang dialami masyarakat saat ini. Kami disuruh mengantre setiap hari. Jadi apa gunanya ada pemerintahan kalau tak mau bantu masyarakatnya,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisdagprin) Bengkalis Zulfan yang dikonfirmasi mengatakan, bahwa tidak ada pengurangan kuota BBM di Pulau Bengkalis.

“Tak ada pengurangan kuota BBM. Tapi kelangkaan ini akibat keterlambatan BBM masuk ke pulau saja akibat transportasi ro-ro yang mengalami kendala,” ujarnya singkat.

Menanggapi adanya kelangkaan BMM dan antrean panjang kendaraan di SPBU, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan bahwa stok BBM di wilayah Pulau Bengkalis dalam kondisi tersedia dan aman.

“Antrean yang sempat terjadi ini dipengaruhi oleh keterbatasan kapasitas penyeberangan kapal Ro-Ro (Roll on-Roll Off) dari Sungai Pakning menuju Pulau Bengkalis, sehingga distribusi BBM ke wilayah tersebut mengalami penyesuaian waktu pengiriman,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini, Pulau Bengkalis dilayani oleh enam SPBU Kompak dan satu SPBU Nelayan. Berdasarkan pemantauan lapangan, kondisi stok BBM di SPBU masih tersedia. Di antaranya, SPBU 16.287.091 memiliki stok Biosolar sekitar 7 KL dan Pertalite sekitar 2 KL. SPBU 18.288.066 tercatat memiliki stok Biosolar sekitar 5,4 KL, sementara SPBU 16.287.050 memiliki stok Biosolar sekitar 4,7 KL dan Pertalite sekitar 18 KL.

Sebagai langkah penanganan, kemarin Pertamina Patra Niaga telah melakukan pengiriman BBM ke Pulau Bengkalis. Pengiriman tersebut meliputi 15 KL Pertalite dan 8 KL Pertamax, serta tambahan pengiriman 18 KL Pertalite ke SPBU lainnya di Pulau Bengkalis guna memperkuat ketahanan stok dan mengurai antrean.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendorong penambahan kapasitas penyeberangan serta memastikan prioritas pengiriman BBM dan LPG.

Koordinasi dengan pengelola SPBU juga dilakukan untuk menjaga penyaluran BBM kepada masyarakat tetap tertib dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BPH Migas.

“Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Pulau Bengkalis agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya.(ksm/azr)

Editor : Bayu Saputra
#bbm bengkalis #antrian BBM #bbm langka #macet