BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Festival Lampu Colok pada malam ke-27 Ramadan atau malam 7 Likur 1447 Hijriah, malam ini akan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis, Kasmarni di Desa Batang Barat Kecamatan Bengkalis pada, Senin (16/3/2026) malam.
Pembukaan festival budaya tersebut akan dipusatkan di Jalan Utama RT13 RW03 Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Bengkalis Khairani, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan agenda budaya tahunan masyarakat Bengkalis yang selalu dinantikan setiap Ramadan.
“Ya, sesuai rencana, Festival Budaya Lampu Colok tahun 2026 akan dibuka secara resmi oleh Bupati Bengkalis ibu Kasmarni pada malam ke-27 Ramadan. Pembukaan direncanakan dipusatkan di salah satu menara lampu colok yang berada di Desa Pangkalan Batang Barat, tepatnya di Kampung Parit,” ujar Khairani.
Ia menjelaskan, di lokasi pembukaan tersebut masyarakat telah mendirikan sebuah menara lampu colok yang menggunakan puluhan ribu kaleng berisi minyak untuk dinyalakan secara serentak pada malam peresmian.
Khairani mengatakan, festival budaya Lampu Colok tahun ini diikuti oleh 13 kelompok peserta yang berasal dari sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis. Setiap kelompok membangun menara lampu colok dengan desain dan kreativitas masing-masing.
Adapun lokasi peserta di antaranya berada di Simpang 4 Jalan Baru Dusun IV Kelapa Sari Desa Pedekik, Dusun Pahlawan Desa Pangkalan Batang, Dusun Sukajadi Jalan M. Toha Desa Pangkalan Batang, Dusun Perangkap Desa Pangkalan Batang, Dusun Karya Bakti Desa Pangkalan Batang Barat, serta Dusun Kampung Parit Desa Pangkalan Batang Barat.
Selain itu, peserta juga berasal dari Dusun Sebauk Desa Sebauk, Dusun 3 Desa Simpang Ayam, Jalan Utama Desa Penampi, Jalan Jenderal Sudirman Desa Teluk pambang, Dusun Durian Desa Lubuk Muda, Dusun Melati Desa Lubuk Muda, serta Jalan Rampang Jaya Kelurahan Tanjung Kapal Kecamatan Rupat.
“Total ada 13 kelompok yang terdaftar pada Festival Lampu Colok tahun ini. Mereka berasal dari berbagai desa di Kecamatan Bengkalis dan juga Kecamatan Rupat,” jelas Khairani.
Ia mengatakan, bahwa penilaian festival akan dilakukan oleh tiga orang dewan juri yang berasal dari Dewan Kesenian Bengkalis, unsur Kepolisian, dan perwakilan masyarakat umum.
Penilaian akan difokuskan pada beberapa aspek, seperti kebersihan lokasi, kerapian pemasangan lampu colok, kreativitas menara, serta memastikan pemasangan tidak mengganggu ketertiban umum maupun badan jalan.
“Kami juga mengingatkan kepada seluruh peserta agar memperhatikan keamanan dan tidak memasang lampu colok hingga mengganggu badan jalan ataupun ketertiban masyarakat,” jelasnya.
Festival Lampu Colok merupakan tradisi masyarakat Bengkalis yang telah berlangsung turun-temurun. Tradisi ini biasanya digelar pada malam 7 Likur sebagai bentuk syiar Islam sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam menyambut akhir bulan suci Ramadan.
Dengan ribuan lampu yang menyala di berbagai menara, festival ini selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan cahaya lampu colok di Negeri Junjungan.(ksm)
Editor : Edwar Yaman