
TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO) - Luasnya wilayah perairan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan keamanan kawasan pesisir. Posisi geografis yang strategis dan berbatasan dengan sejumlah daerah turut membuka peluang wilayah tersebut dimanfaatkan sebagai jalur transit aktivitas ilegal, termasuk peredaran narkoba.
Kondisi ini mendorong pentingnya penguatan pengawasan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan, khususnya TNI Angkatan Laut (AL). Keberadaan pos-pos TNI AL di sejumlah kawasan perairan Inhil diharapkan dapat dioptimalkan untuk mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminal.
Bupati Inhil Herman mengatakan, karakteristik wilayah yang didominasi perairan membuat pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah. Dukungan aparat keamanan sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah aktivitas ilegal di kawasan pesisir.
”Selain menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan, daerah pesisir Inhil juga menjadi lokasi transit, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk tindakan kriminal, salah satunya pengedaran narkoba. Kehadiran Pos Angkatan Laut sangat membantu pemerintah daerah dalam mengawasi wilayah perairan Inhil,” ungkap Herman.
Baca Juga: Kejari Tangani Dugaan Penggelapan PPN Rp23 M
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji bersama jajaran, Selasa (3/11).
Herman berharap pertemuan tersebut semakin mempererat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah perairan. Menurutnya, pengawasan kawasan pesisir membutuhkan kerja sama berkelanjutan, mengingat luasnya wilayah yang harus dijangkau.
Sementara itu, Kolonel Agung berharap sejumlah pos TNI AL yang berada di wilayah Inhil dapat menjalankan fungsi secara optimal. Pos tersebut meliputi Pos TNI AL Tanjung Datuk di Tembilahan, Pos TNI AL Kuala Enok di Kecamatan Tanah Merah, Pos Bintara Pembina Potensi Maritim (Posbabinpotmar) di Kecamatan Kateman, serta Pos Pengamanan Perbatasan Pulau Burung.
“Semoga pos-pos ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar melalui fungsi pembinaan potensi maritim dan terus berperan dalam menjaga kedaulatan sekaligus memastikan kehadiran negara di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Selain persoalan keamanan, Danlanal Dumai juga menilai Inhil memiliki potensi besar di sektor maritim dan perkebunan kelapa. Pengembangan produk hilirisasi kelapa dinilai dapat menjadi peluang ekonomi, terlebih letak geografis Inhil berdekatan dengan Provinsi Jambi dan Kepulauan Riau.(*2/lim)
Laporan M ALI NURMAN, Tembilahan
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




