Mengenal Peran Penting Dokter Anestesi, Sebelum, Selama, dan Setelah Operasi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mendengar kata operasi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan rasa sakit, jarum suntik, atau ketakutan tidak sadar kembali setelah menjalani pembiusan. Perasaan cemas tersebut merupakan hal yang wajar, terutama bagi pasien yang baru pertama kali menjalani tindakan pembedahan. Namun, di balik setiap prosedur operasi, terdapat tim medis yang bekerja untuk menjaga keselamatan pasien, termasuk dokter spesialis anestesiologi yang memiliki peran penting sejak persiapan sebelum operasi hingga proses pemulihan setelah tindakan selesai.
Selama ini, sebagian masyarakat masih menganggap dokter anestesi hanya bertugas memberikan obat bius agar pasien tertidur selama operasi. Padahal, tanggung jawab dokter anestesi jauh lebih luas. Dokter spesialis anestesiologi berperan dalam menilai kondisi kesehatan pasien, menentukan teknik anestesi yang sesuai, mengendalikan rasa nyeri, memantau fungsi organ vital, serta membantu menangani berbagai kondisi medis yang dapat muncul selama pembedahan maupun masa pemulihan.
Menurut dr. Muhammad Sukri Dinihar, Sp.AN-TI, Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif RS Awal Bros Sudirman, pelayanan anestesi merupakan bagian penting dari keselamatan pasien dalam setiap tindakan pembedahan. Peran dokter anestesi tidak berhenti pada proses pembiusan, tetapi mencakup seluruh rangkaian perawatan sebelum, selama, dan setelah operasi.
Mengenal Anestesi dan Peran Dokter Anestesi
dr. Muhammad Sukri menjelaskan, anestesi merupakan tindakan medis yang bertujuan menghilangkan atau mengurangi sensasi, terutama rasa nyeri, agar prosedur medis dapat dilakukan sesuai kebutuhan pasien. Dalam praktiknya, anestesi dapat melibatkan pengendalian nyeri, pengaturan tingkat kesadaran, dan relaksasi otot, bergantung pada jenis tindakan yang akan dijalani.
Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda. Prosedur kecil pada area tubuh tertentu memerlukan pertimbangan yang berbeda dibandingkan operasi besar yang melibatkan organ dalam. Oleh karena itu, pemilihan teknik anestesi harus mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien, jenis dan durasi operasi, serta berbagai faktor klinis lainnya.
“Dokter spesialis anestesiologi memiliki kompetensi untuk melakukan evaluasi sebelum tindakan, merencanakan dan memberikan anestesi, memantau respons tubuh selama operasi, serta menangani nyeri dan masalah medis yang berkaitan dengan proses pembedahan. Selama tindakan berlangsung, dokter anestesi juga memantau pernapasan, tekanan darah, denyut jantung, kadar oksigen, dan parameter lainnya sesuai kebutuhan pasien,” katanya.
Dengan demikian, anestesi bukan sekadar membuat pasien tertidur atau tidak merasakan sakit. Lebih dari itu, pelayanan anestesi merupakan bagian dari upaya menjaga kestabilan fungsi tubuh dan mendukung keselamatan pasien selama menjalani tindakan medis.
Sebelum Operasi, Dokter Anestesi Memastikan Kesiapan Pasien
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




