Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuansing Target Raih Adipura Kembali, Ini Langkah Strateginya

D
Penulis: Desriandi Candra❯
Sekda Kuansing Zulkarnain ST MSi
Sekda Kuansing Zulkarnain ST MSi

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Kuansing pernah meraih Piala Adipura dua kali, yakni pada tahun 2017 dan 2023. Adipura itu disematkan pada Kota Telukkuantan, sebagai kota terbersih dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).


Advertisement

Sekarang, prestasi itu ingin diulangi Kabupaten Kuansing. Keinginan itu ditindaklanjut dengan serius. Bahkan pekan kemarin, Sekda Kuansing Zulkarnain ST MSi mengumpulkan semua OPD di lingkungan Pemkab Kuansing agar mendukung strategi dan upaya untuk memboyong Piala Adipura ke Kuansing untuk ketiga kalinya.

Menurut Zulkarnain, pelaksanaan penilaian Adipura 2025 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Berbagai langkah strategis terus disiapkan guna mengoptimalkan kebersihan dan pengelolaan lingkungan, khususnya di kawasan perkotaan.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah upaya peningkatan kebersihan lingkungan yang meliputi penataan fisik, pengelolaan sampah secara terpilah, serta penguatan edukasi kepada masyarakat agar semakin disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya. Pemkab menilai pentingnya partisipasi aktif masyarakat yang didukung oleh sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Advertisement

"Menjaga kebersihan lingkungan ini, bukan semata menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta masyarakat," kata Zulkarnain, kemarin.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kolaborasi dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

“Melalui kegiatan gotong royong yang terus digalakkan, kita berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman secara berkelanjutan,” ujar Sekda Kuansing.

Advertisement

Sementara Plt Kadis DLH Kuansing Delis Martoni sebelumnya menyebutkan, di DLH ada yg bisa 201 orang personel kebersihan yang dikerahkan setiap hari untuk mengangkut sampah-sampah yang mencapai lebih dari 15 ton per hari.

Dengan jumlah personel dan armada angkutan yang ada sebanyak itu, mereka setiap hari berkeliling mengangkut sampah-sampah di kota Teluk Kuantan sekitarnya. Mulai dari pusat ibu kota Teluk Kuantan hingga ke Desa Beringin untuk wilayah hilir Teluk Kuantan, lalu dari Telukkuantan hingga ke Jao arah hulu Kota Telukkuantan, dan dari kota Telukkuantan hingga jalan lurus Tugu Cerano.

Setiap hari, tim armada pengangkutan sampah itu berkeliling. Ada yang sif pagi, siang dan sore. Setiap satu tim terdiri dari tiga orang tenaga pengangkutan dan satu sopir. Sampah-sampah itu, dibawa ke TPA yang ada di ruas jalan lingkar simpang empat rumah dinas-simpang Sentajo Raya.

Sebagian, sampah-sampah dipilih oleh petugas kebersihan untuk di manfaat oleh bank sampah binaan DLH Kuansing. Lalu ada juga yang bertugas untuk melakukan perawatan taman, agar tetap bersih dan terjaga. Melihat volume sampah yang dihasilkan cukup besar, kata Delis Martoni, ia menambah satu tim untuk bekerja dua sift pengangkutan. Sehingga semua sampah-sampah yang ada bisa terangkut.

Meski DLH dan semua tim kebersihan sudah berjibaku membersihkan sampah, pagi, siang dan sore, ia menapik tidak akan maksimal bila tidak ada kesadaran masyarakat terutama yang ada di Teluk Kuantan sekitarnya untuk peduli dengan sampah-sampah.

Pasalnya, tim DLH Kuansing, masih menemukan tumpukan sampah-sampah liar yang dibuang. Misalnya saja, tak jauh dari Alkal, kawasan Tobek Panjang Desa Koto Taluk dan beberapa titik lainnya.

Padahal, DLH sudah menyiapkan tong-tong sampah di area publik. Bahkan menyiapkan tong sampah hingga ke area pemukiman penduduk. "Kita tidak akan berhasil meraih Adipura, kalau kita tidak saling peduli. Makanya, kami menghimbau agar buanglah sampah pada tempatnya," papar Delis Martoni.(dac)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Sekda Kuansing Nonaktif Dituntut 2 Tahun 2 Bulan Penjara

Sekda Kuansing Nonaktif Dituntut 2 Tahun 2 Bulan Penjara

Sekda Kuansing nonaktif Zulkarnain dan Ardiles dituntut 2 tahun 2 bulan penjara dalam kasus suap jabatan kepada Suhardiman Amby.

Perkara Suap Bupati Kuansing, Zulkarnain dan Ardiles Dituntut 2 Tahun 2 Bulan Penjara

Perkara Suap Bupati Kuansing, Zulkarnain dan Ardiles Dituntut 2 Tahun 2 Bulan Penjara

Mantan Sekda Zulkarnain dan Direktur PT MIC Ardiles, dituntut 2 tahun 2 bulan penjara. Keduanya merupakan terdakwa suap Bupati nonaktif

Saksi Dua Kali Dengar Suhardiman Amby Minta Mobil LC, Sidang Korupsi Sekda Kuansing

Saksi Dua Kali Dengar Suhardiman Amby Minta Mobil LC, Sidang Korupsi Sekda Kuansing

Mantan Pj Sekda Kuansing Fahdiansyah mengungkap ia dua kali dengar permintaan Bupati Kuansing nonaktif Suhardiman untuk dicarikan mobil LC

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer