Wakil Ketua DPRD Kuansing Prihatin Pekat Merajalela di Telukkuantan

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Wakil Ketua II DPRD Kuansing, Romi Alfisyah Putra merasa prihatin dengan maraknya penyakit masyarakat (pekat) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kuansing.
Pekat yang terjadi sudah merajalela. Tidak hanya di kafe remang-remang tetapi sudah terjadi di tempat terbuka di tengah Kota Telukkuantan.
"Pekat di Kuansing sudah marak dan merajalela. Sekarang terjadi di tempat terbuka di wilayah Kota Telukkuantan. Ini yang membuat kami prihatin," ujar Romi Alfisyah, Selasa (3/11/2026) di Telukkuantan.
Baca Juga: Oknum ASN di Sungai Mempura Garap Anak Tetangga Kelas 6 SD, Diajak Nonton Film Porno
Beberapa waktu lalu, kata Romi, dia mendapat pengaduan dari masyarakat Telukkuantan. Warga itu menyampaikan aksi tindakan terpuji atau asusila terjadi di kawasan Tepian Narosa Telukkuantan.
Perbuatan tidak terpuji itu dilihatnya langsung. Terjadi antara anak muda=mudi di saat tengah malam menjelang dini hari.
"Ini kan prihatin. Ini di tengah kota," ujarinya.
Begitu juga dengan kawasan hutan kota Pulau Bungin, menurut pengaduan warga itu juga menjadi lokasi dari pekat. Dia menyarankan agar Pemkab rutin melakukan pemantauan dan patroli di kawasan itu dan lokasi-lokasi pekat lainnya.
"Kalau bukan orang Kuansing yang dibuktikan dengan KTP, maka mereka dipulangkan ke tempat asalnya. Kalau dia orang Kuansing, serahkan pada ninik mamak untuk pemberian sanksi sosial atau seperti apa," ujarnya.
Terkait dengan ini, Kasat Pol PP-PKP Kuansing, Riokasyter Wandra yang dikonfirmasi siap menindaklanjuti itu. Menurut Rio, kawasan Tepian Narosa dan hutan Pulau Bungin ini beberapa kali sudah dilakukan patroli. Tetapi tidak ditemukan aksi pekat di lokasi.
"Mereka kucing-kucingan. Tapi informasi ini akan kami tindaklanjuti kembali. Mungkin teknisnya kita akan rubah," ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




