Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fundamental Internal Jaga Peluang Penguatan IHSG 

T
Penulis: Tim Redaksi❯
HANS KWEE. (JPG)
HANS KWEE. (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS) - Tekanan geopolitik global masih membayangi pasar keuangan. Namun, peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai tetap terbuka seiring fundamental ekonomi domestik yang relatif solid.

Pengamat Pasar Modal Hans Kwee menilai, volatilitas pasar saham saat ini lebih banyak dipicu faktor eksternal, terutama eskalasi konflik geopolitik dan dinamika ekonomi global. “Gangguan distribusi energi bahkan disebut dapat menguras cadangan dan memicu potensi kelangkaan minyak dan gas di sejumlah negara,” tuturnya.

Advertisement

Sejumlah lembaga keuangan internasional memperkirakan harga minyak akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu dekat. Meskipun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat. Pemerintah juga menunda kenaikan harga BBM untuk menjaga inflasi sekaligus stabilitas sosial.

Defisit fiskal pun tetap dikendalikan melalui efisiensi belanja serta optimalisasi penerimaan negara, termasuk dari pajak ekspor batu bara. Dari sisi pasar modal, otoritas juga terus memperkuat struktur pasar. 

Advertisement

OJK, BEI, serta Self-Regulatory Organization (SRO) telah merampungkan berbagai inisiatif yang diminta penyedia indeks global. “Perbaikan struktural ini menjadi katalis positif jangka panjang bagi pasar saham Indonesia,” kata Hans.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat. Level support berada pada kisaran 6.917 hingga 6.800, sementara resistance berada di rentang 7.207 sampai 7.323.(mim/dio/jpg) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

IHSG Berpeluang Menguat, Investor Waspadai The Fed

IHSG Berpeluang Menguat, Investor Waspadai The Fed

IHSG berpeluang menguat pekan ini, tetapi investor perlu mewaspadai keputusan suku bunga The Fed, inflasi AS, dan arus modal asing.

Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham

Harga Minyak Global Beri Tekanan Bursa Saham

Lonjakan harga minyak global di atas USD 100 per barel memicu kekhawatiran inflasi dan menekan pasar saham serta nilai tukar rupiah.

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

IHSG Ditutup Menguat di Tengah Pelemahan Mayoritas Bursa Asia

IHSG menguat 1,01 persen ke 6.686,44, ditopang sentimen domestik, sementara mayoritas bursa Asia melemah di tengah risiko geopolitik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer