RIAUPOS.CO - Pakar transfer sepak bola dunia Fabrizio Romano, jurnalis yang dikenal luas karena keakuratannya dalam bursa transfer memprediksi Xabi Alonso siap membuka lembaran baru dalam karier kepelatihannya.
Melansir Defensa Central, menurut Romano, kembalinya Xabi Alonso ke dunia kepelatihan hanya tinggal menunggu waktu.
Jurnalis asal Italia itu menegaskan bahwa Xabi Alonso tidak berniat mengambil jeda panjang setelah berakhirnya kkkarier di Real Madrid.
Romano memperkirakan, Xabi Alonso akan kembali melatih paling cepat pada musim panas ini, atau paling lambat pada 2027.
Xabi Alonso tampaknya tak akan lama menghilang dari pinggir lapangan sebagai juru taktik.
Romano juga mengisyaratkan bahwa Alonso sangat antusias memulai proyek baru. Semangat itu membuatnya menyingkirkan opsi untuk beristirahat terlalu lama, meski pengalamannya di Madrid berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak pihak.
Sejumlah media Eropa mulai mengaitkan nama Xabi Alonso dengan Liverpool. Klub Inggris itu memiliki tempat spesial dalam karier sang pelatih, mengingat masa baktinya yang sukses di Anfield sebagai pemain. Selain faktor emosional, Alonso juga dinilai memiliki pemahaman mendalam soal budaya klub.
Kemungkinan ini makin menguat karena potensi reuni dengan Florian Wirtz, pemain yang berkembang pesat di bawah asuhannya.
Di sisi lain, proyek Arne Slot di Liverpool disebut belum berjalan sesuai ekspektasi. Kombinasi faktor-faktor ini membuat kedatangan Xabi Alonso ke Anfield menjadi skenario yang cukup realistis.
Meski demikian, belum ada keputusan final. Pelatih asal San Sebastián tersebut dikabarkan masih mempertimbangkan beberapa opsi sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Terlepas dari perpisahannya yang prematur dengan Real Madrid, ia tetap menunjukkan antusiasme tinggi untuk kembali bekerja.
Usianya yang relatif muda sebagai pelatih juga membuat banyak pihak yakin masa depannya masih sangat panjang.
Tak bisa dimungkiri, masa jabatan Xabi Alonso di Real Madrid berakhir jauh lebih cepat dari perkiraan. Ia datang dengan reputasi luar biasa usai mencetak sejarah bersama Bayer Leverkusen, termasuk menjuarai Bundesliga dan melangkah ke final Liga Europa.
Sambutan hangat dan ekspektasi tinggi langsung mengiringi kedatangannya di Santiago Bernabéu. Namun, masalah utama muncul di ruang ganti. Alonso dinilai gagal membangun hubungan yang solid dengan para pemain, terutama mereka yang berstatus senior.
Ketidakcocokan inilah yang menjadi alasan utama mengapa masa baktinya di Real Madrid dianggap ‘gagal’ oleh banyak pihak. Beberapa petinggi klub juga disebut kecewa dengan cara ia mengelola tim.
Menariknya, sebagian besar pendukung Real Madrid justru mulai mengalihkan sorotan ke para pemain. Kekecewaan itu diprediksi akan terasa pada laga hari Sabtu di Bernabéu.
Editor : M. Erizal