
RUMBAI (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersiap melakukan penataan terhadap rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Jalan Yos Sudarso, kawasan Rumbai. Langkah ini dilakukan setelah aset dan pengelolaannya resmi diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemko Pekanbaru.
Kondisi rusunawa beserta lingkungan di sekitarnya yang mulai terlihat kumuh menjadi perhatian serius Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, saat meninjau langsung lokasi tersebut pada Senin (6/4).
Dalam kunjungan itu, Wako menilai kondisi hunian masih memerlukan pembenahan menyeluruh. Ia menyoroti aspek kebersihan, perawatan bangunan, hingga pengelolaan sosial masyarakat yang tinggal di rusunawa tersebut.
Menurutnya, pembangunan rusunawa sejatinya ditujukan untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat yang memerlukan. Namun demikian, ia mengaku prihatin setelah melihat langsung sejumlah unit yang kurang terawat. Beberapa fasilitas, terutama sanitasi, dinilai tidak dalam kondisi layak dan memerlukan perhatian segera.
”Masih kita temukan warga yang tinggal di sini, anaknya sekolah, tetapi kondisi rumahnya belum layak, WC-nya kotor. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama,” ujar Agung, Selasa (7/4).
Baca Juga: Klenteng Kwan Tee Kong Bio Salurkan 300 Bingkisan Lebaran untuk Warga Rumbai
Rusunawa Yos Sudarso memiliki total 99 unit kamar, namun hingga kini baru dihuni oleh 57 kepala keluarga (KK). Dalam kesempatan tersebut, Agung mengajak para penghuni untuk membentuk kelompok warga untuk menghidupkan kembali budaya gotong-royong sebagai langkah awal memperbaiki kondisi lingkungan.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan merawat fasilitas bersama agar rusunawa tidak berubah menjadi lingkungan yang berpotensi menimbulkan penyakit. ”Mulai dari gotong-royong, kemudian kita rawat bersama. Jangan sampai rusunawa ini menjadi sarang penyakit,” tegasnya.
Wako juga menjelaskan bahwa rusunawa di Jalan Yos Sudarso tersebut baru sekitar enam bulan resmi menjadi aset Pemerintah Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, proses penataan dan perbaikan masih dilakukan secara bertahap.
Dalam dialog bersama warga, Wako mendapatkan informasi tentang persoalan tunggakan sewa yang kerap terjadi. Warga mengungkapkan adanya penghuni yang memilih meninggalkan unit secara diam-diam pada malam hari karena tidak sanggup membayar sewa selama beberapa bulan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




