Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tekan Penyebaran, Terapkan STOP HIV

T
Penulis: Tim Redaksi❯
HIV AIDS 2026 RANCANGAN. (jpg)
HIV AIDS 2026 RANCANGAN. (jpg)

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Angka kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV)/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Provinsi Riau ternyata cukup tinggi. Strategi STOP (Suluh, Temukan, Obati, dan Pertahankan) HIV diterapkan sebagai akselerasi untuk menekan penyebaran dan mencapai target Indonesia bebas AIDS.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau yang bersumber dari Dinas Kesehatan (Diskes), 

Advertisement

hingga Desember 2025, jumlah kasus HIV di Riau telah mencapai 11.336 orang.

Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat sebanyak 1.051 kasus baru HIV. Selama kurun waktu 28 tahun atau sejak 1997-2025. Diskes Riau mencatat terdapat 11.336 penderita Orang Dengan Human Immunodeficiency Virus (ODHIV). Dari jumlah tersebut, hingga saat ini 6.990 orang di antaranya masih hidup.

“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Dengan data kasus memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli.

Lebih lanjut dikatakannya, data kasus tersebut terus mengalami kenaikan di setiap tahunnya. Di antaranya pada 1997-2005 ada 85 kasus, 2006 sebanyak 80 kasus, 2007 sebanyak 138 kasus, 2008 sebanyak 132 kasus, 2009 sebanyak 217 kasus, 2010 sebanyak 397 kasus, 2011 sebanyak 454 kasus dan 2012 sebanyak 325 kasus.

“Untuk tahun 2013 ditemukan 433 kasus, 2014 sebanyak 569 kasus, 2015 sebanyak 738 kasus, 2016 sebanyak 576 kasus, 2017 sebanyak 741 kasus, 2018 sebanyak 675 kasus, 2019 sebanyak 587 kasus, dan 2020 ditemukan 726 kasus,” paparnya.

Setelahnya pada 2021 ditemukan sebanyak 570 kasus, 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 sebanyak 1001, 2024 sebanyak 1.006 kasus, dan terakhir pada 2025 sebanyak 1.051 kasus.

Adapun kasus tersebut dikatakan Zulkifli ditemukan di seluruh kabupaten kota di Riau. Dengan angka terbanyak disumbang Kota Pekanbaru mencapai 58,20 persen. “Terjadi di seluruh daerah di Riau dengan persentase di bawah 10 persen. Sementara di Pekanbaru menyentuh 58,20 persen atau setara dengan 6.598 orang,” ungkapnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Dari Vonis Menjadi Harapan, Cerita Penderita HIV selama 24 Tahun di Riau

Dari Vonis Menjadi Harapan, Cerita Penderita HIV selama 24 Tahun di Riau

24 tahun hidup dengan HIV, pria di Riau berbagi kisah perjuangan, harapan, dan pentingnya menghapus stigma terhadap ODHA.

Pemko Pekanbaru Perkuat Pengendalian HIV

Pemko Pekanbaru Perkuat Pengendalian HIV

Wawako Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan penanganan HIV saat ini difokuskan pada pengendalian jumlah virus di dalam tubuh melalui terapi.

Waspada! Epidemi HIV dan AIDS di Kota Pekanbaru Memprihatinkan

Waspada! Epidemi HIV dan AIDS di Kota Pekanbaru Memprihatinkan

Hingga Desember 2025, jumlah kasus HIV di Riau telah mencapai 11.336 orang. Dari jumlah itu, Kota Pekanbaru terbanyak jumlah epideminya

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer