PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Api yang muncul dari tungku masak di sebuah rumah warga Perumahan Castavia Royal Also, Jalan Bakti, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Selasa (13/1/2026) malam, kemarin, memang berhasil dipadamkan.
Namun di balik keberhasilan tersebut, muncul catatan penting dari masyarakat terkait keselamatan dan profesionalisme petugas pemadam kebakaran di lapangan.
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.23 WIB di rumah milik Nurhamidah.
Tak berselang lama, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru mengerahkan Peleton BRAMA dengan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran (MPK) nomor 025 dari Pos 13.
Unit bergerak cepat, berangkat pukul 21.25 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 21.32 WIB. Operasi pemadaman dipimpin oleh Danton Zulpahmi (Fighter) dan Danton Firdaus (Rescue).
Petugas langsung melakukan pemadaman, melokalisir area terbakar, serta pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Api tidak sempat merambat ke bangunan lain, dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Namun, di tengah apresiasi atas kecepatan respons petugas, sebagian warga menyampaikan keprihatinan. Salah satu warga, Heri, menilai keselamatan petugas harus menjadi perhatian utama.
Ia menyebutkan bahwa ada petugas yang datang ke lokasi kebakaran tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar.
"Petugas itu datang ke lokasi hanya memakai kaos oblong dan sandal jepit. Tidak pakai helm, jaket, sepatu, atau APD lainnya. Padahal kejadiannya malam dan sedang piket. Ini menyangkut SOP dan keselamatan mereka sendiri," ujar Heri, Jumat (16/1/2026).
Keluhan tersebut juga disampaikan warga melalui pesan langsung (DM) yang diterima pihak tertentu. Bahkan, ada warga yang menilai penampilan petugas di lokasi kurang mencerminkan profesionalisme seorang pemadam kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Zarman Candra, sebelumnya menyampaikan bahwa respon cepat petugas dan peran aktif masyarakat sangat membantu mencegah kebakaran meluas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dalam penggunaan alat masak dan sumber api di rumah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan memadamkan api harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan kerja.
Masyarakat berharap, ke depan seluruh petugas Damkar yang bertugas di lapangan dapat menjalankan operasi pemadaman secara profesional, lengkap dengan APD sesuai SOP, demi keselamatan petugas dan kepercayaan publik.
Editor : M. Erizal