PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sumber Sari, Jalan Hijrah, Kecamatan Lima Puluh, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak pagi, warga berdatangan membawa bunga, air, dan perlengkapan doa.
Langkah mereka pelan menyusuri lorong-lorong makam, menghadirkan suasana haru sekaligus khidmat. Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Bagi banyak keluarga, momen ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga waktu untuk mengenang orang-orang tercinta yang telah lebih dahulu berpulang.
Lantunan doa dan bacaan ayat suci Al-Qur’an terdengar bersahut-sahutan, menyatu dengan semilir angin yang berhembus pelan di antara nisan-nisan.
Salah seorang peziarah, Rahma, mengaku rutin datang setiap menjelang Ramadan bersama keluarganya. Ia membersihkan pusara kedua orang tuanya, menabur bunga, lalu memanjatkan doa.
“Setiap mau Ramadan kami selalu ke sini. Rasanya hati lebih tenang setelah mendoakan orang tua. Ini juga cara kami mengajarkan anak-anak untuk tidak melupakan leluhurnya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya keluarga yang datang secara individu, beberapa rombongan keluarga besar juga terlihat berkumpul di satu area makam. Mereka membawa tikar sederhana, duduk melingkar, dan memimpin doa bersama. Bagi mereka, ziarah menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus refleksi diri menyambut bulan penuh ampunan.
Yani warga sekitar, menyebutkan bahwa jumlah peziarah meningkat signifikan dalam sepekan terakhir.
“Biasanya memang ramai menjelang Ramadan. Bisa dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa. Kami mengimbau warga untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan area makam,” jelasnya.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas di area pemakaman, tetapi juga menggerakkan pedagang kecil di sekitar lokasi. Penjual bunga tabur dan air mineral tampak berjejer, melayani kebutuhan para peziarah. Suasana menjadi lebih hidup, meski tetap dalam nuansa khusyuk.(ilo)
Editor : Edwar Yaman