PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) -- Arus mudik yang melewati jalur Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan terus meningkat dilalui kendaraan angkutan umum seperti bus, mobil pribadi serta kendaraan roda dua.
Pasalnya, Jalintim Pelalawan menjadi salah satu jalur arus mudik Nasional karena berada di lintas utama yang dilalui berbagai kendaraan dari Pulau Jawa maupun Sumatera. Arus mudik telah terlihat memingkat sejak beberapa hari lalu. Kendaraan yang memasuki wilayah Pelalawan meningkat dari hari biasa, khususnya mobil pribadi dengan Nomor Polisi (Nopol) dari berbagai daerah.
Bahkan, Rabu (18/3), diprediksi sebagai puncak arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 hijriah, mengingat sudah mulai libur dan cuti bersama. Volume kendaraan yang melintasi Jalintim di Negeri Seiya Sekata ini meningkat dibandingkan hari biasanya. Hal ini mengingat Pelalawan berada di jalan lintas Sumatera yang dilalui kendaraan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera maupun Jawa.
"Ya, puncak arus mudik hari ini terdeteksi kenaikan volume kendaraan meningkat 25 hingga 30 persen. Namun arus lalin belum padat dan masih lancar tanpa ada hambatan. Lonjakan pemudik sudah mulai terjadi sejak akhir pekan lalu, jadi tidak terlalu padat pada puncak arus mudik hari ini," terang Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK melalui Kasatlantas, AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Riaupos.co, Rabu (18/3/2026) di Pangkalan Kerinci.
Meskipun demikian, sambung mantan Kasat Lantas Polres Rohul ini, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas atau moda transportasi kendaraan, masih berjalan lancar tanpa adanya kemacetan.
Hanya saja, pengendara perlu berhati-hati dan diimbau dapat meningkatkan kewaspadaan, saat melewati Jalintim di wilayah hukum Negeri Amanah ini. Pasalnya, ada tiga titik rawan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) di sepanjang Jalintim Pelalawan, agar pemudik memperhatikannya dan tetap waspada.
Di antaranya kilometer 39 sampai kilometer 40 Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Sei Kijang. Kemudian kilometer 44 sampai kilometer 50 Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang. Dan terakhir kilometer 113 sampai kilometer 120 Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras.
"Kami mengimbau pemudik selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendaraan, khususnya di titik rawan tersebut," sebut mantan Kasat Lantas Polres Inhil ini.
Dikatakannya, untuk pengamanan jalur mudik ini, Polres Pelalawan telah mengaktifkan 4 Posko Pengamanan (Pospam) dan 1 Posko Pelayanan (Posyan) dalam rangka operasi ketupat Lebaran 2026 yang akan aktif sampai 25 Maret mendatang.
Dan apabila pengemudi merasa lelah berkendara atau membutuhkan informasi jalur mudik, maka dipersilahkan untuk beristirahat dan mampir pada pos–pos pengamanan dan pelayanan operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang ada di beberapa titik jalintim Pelalawan.
Adapun lokasi Pospam yang didirikan yakni di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Seikijang yang merupakan perbatasan antara Pelalawan dengan Pekanbaru, Siak, dan Kampar.
Kemudian Pospam di Jalintim kilometer 55 Pangkalan Kerinci yang menjadi perbatasan dengan Kabupaten Siak dan pintu masuk ke Kota Pangkalan Kerinci.
Selanjutnya Pospam Jalintim Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras tepat di depan Rumah Makan Nilam Sari. Terakhir Pospam Jalintim Kelurahan Ukui Kecamatan Ukui yang merupakan perbatasan antara Pelalawan dengan Kabupaten Indragiri Hulu. Dan untuk Posyan, didirikan di depan pusat perbelanjaan Ramayana Pangkalan Kerinci, tepat di tengah kota.
"Untuk itu, kita berharap pos pengamanan dan pos pelayanan ini dapat bermanfaat bagi pengguna jalan arus mudik lebaran. Namun demikian, kita tetap mengimbau masyarakat yang melakukan aktifitas arus mudik lebaran, baik yang manggunakan angkutan umum, roda 4 pribadi maupun sepeda motor, agar tetap mengutamakan keselamatan dari pada kecepatan," ujarnya.
Dijelaskankan mantan Kapolsek Pangkalan Kerinci ini, pemudik selalu mengutamakan keselamatan di jalan. Selain itu, pihak kepolisian juga mengenalkan layanan Hotline 110, yang dapat digunakan untuk meminta bantuan jika mengalami kendala selama perjalanan mudik. Serta tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan sabuk pengaman, serta menghindari kelelahan saat berkendara.
"Kami mengajak seluruh pemudik untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Jangan ragu untuk menghubungi Hotline 110 jika membutuhkan bantuan dari kepolisian selama perjalanan. Dengan adanya imbauan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan mudik, sehingga dapat merayakan Lebaran bersama keluarga dengan penuh kebahagiaan," tutupnya.
Editor : Rinaldi