Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

40 Hari, Karhutla di Riau Capai 182,76 Ha

T
Penulis: Tim Redaksi❯
Personel gabungan melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Ahad (8/2/2026).
Personel gabungan melakukan pendinginan pada lahan yang terbakar di Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Ahad (8/2/2026).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mencatat, sejak 1 Januari hingga 9 Februari 2026 atau selama 40 hari, sudah 182,76 hektare (ha) kebakaran hutan dan lahan tersebar di 10 kabupaten/kota.


Advertisement

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, 10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut adalah Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Dumai, dan Pekanbaru.

“Hingga saat ini sudah 10 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan karhutla 182,76 hektare,” ujarnya kepada Riau Pos, Senin (9/2). “Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 848 hotspot atau titik panas dengan jumlah firespot atau titik api sebanyak 79,” tambahnya.

Bengkalis masih yang terluas terjadi karhutla yakni 65,51 hektare. Diikuti Inhil 36,50 hektare, Pelalawan 21 hektare, Dumai 19,52 hektare, Pekanbaru 11,58 hektare, Siak 9,55 hektare, Kepulauan Meranti 7,90 hektare, Kampar 8,50 hektare, Kuansing 1,50 hektare, dan Inhu 1,20 hektare.

Advertisement

Namun, saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan di lokasi.  “Laporan dari masing-masing daerah yang terjadi karhutla, sudah bisa mereka tangani. Sudah ada yang padam total dan ada juga yang masih proses pendinginan,” sebutnya. 

Dalam upaya penanganan, disebutkan M Edy saat ini sudah banyak unsur yang terlibat. Mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, dan juga pihak-pihak perusahaan. “Karena Riau belum menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, saat ini penanganan masih dilakukan masing-masing daerah. Meski demikian, koordinasi tetap dilaksanakan agar pemadaman berjalan efektif,” ujarnya.

Di Bengkalis Capai 64 Hektare di 10 Kecamatan  

Advertisement

Karhutla di Kabupaten Bengkalis makin meluas dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Bahkan dari 11 kecamatan yang ada, luas kebakaran yang terjadi sudah mencapai 64 hektare dan ada sekitar 6 desa di tiga kecamatan masih status siaga.

Seperti di Jalan Cor-coran RT.04/ RW.02, Dusun Bakti Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana yang terjadi selama sepekan mencapai 15 hektar. Lokasi kebakaran di perbatasan Bengkalis-Dumai ini cukup sulit dipadamkan karena kondisi cuaca panas, angin kencang, dan juga lahan gambut.

“Ya, sampai saat ini petugas masih melakukan pemadaman di lokasi untuk proses pendinginan. Meski saat ini di lokasi kebakaran tidak ditemukan titik- titik asap, namun pihak kami masih melakukan koordinasi, pemantauan, pelaporan, dan pemadaman oleh satgas gabungan,” ujar Manajer Pusdalops-PB BPBD Bengkalis Erzansyah, Senin (9/2).

Ia menyebutkan, status lahan  yang terbakar umumnya merupakan milik masyarakat dengan vegetasi  perkebunan sawit dan kondisi tanah gambut yang sangat sulit dipadamkan. “Ya, untuk luas lahan yang terbakar mencapai  64 hektare dengan kondisi tiga kecamatan masih dalam status siaga. Tapi secara umum masih dalam kondisi pendinginan,” jelasnya.

Setengah Hektare di Mempura Siak Terbakar

Cuaca yang terik di Kabupaten Siak, berdampak pada terbakarnya lahan di Desa Benteng Hulu seluas 1/4 hektare dan Sungai Pinang, Desa Koto Ringin seluas 1/4 hektare. Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra mengatakan, dalam sehari pihaknya berjibaku memadamkan api dua titik di Kecamatan Mempura tersebut.

Hingga pukul 20.00 WIB, tim baru membubarkan diri setelah dilakukan pendinginan. ‘’Jika sudah terbakar, tak hanya biaya yang besar, tapi juga waktu dan tenaga,” jelas Novendra. ‘’Pendinginan akan kami lanjutkan, Selasa (10/2) pagi agar tidak meluas,” tambahnya.

Dijelaskan Novendra, timnya langsung turun melakukan pemadaman, bersama Damkar BPBD Mempura, TRC BPBD Siak, TNI, Polri, Manggala Agni Daops Siak, pihak kecamatan, masyarakat. “Kami terus mengingatkan pemilik lahan agar tidak membakar saat membersihkan kebun, sebab dampaknya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sehari sebelumnya, Ahad (8/2) sekitar pukul 12.30 WIB, lahan di Tambak Rejo, RT.04 RW .02 Kelurahan Sungai Mempura juga terbakar. “Ada 1,5 hektare lahan warga yang terbakar dan hingga petang ini juga masih kami lakukan pendinginan,” jelasnya. Artinya, dalam dua hari terakhir, 2 hektare lahan di tiga titik di Kecamatan Mempura terbakar.(sol/ksm/mng)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

526 Rumah di Kuansing Terdampak Banjir

526 Rumah di Kuansing Terdampak Banjir

Banjir di empat kecamatan Kuansing mulai surut. BPBD mencatat 526 rumah, sekolah, musala dan puskesmas terdampak luapan Sungai Kuantan.

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, meminta penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

BPBD Kampar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer