Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bengkalis Mulai Diselimuti Asap

A
Penulis: Abu Kasim❯
Petugas gabungan bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan masyarakat di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (1/4/2026). BPBD BENGKALIS UNTUK RIAU POS
Petugas gabungan bersama masyarakat memadamkan api yang membakar lahan masyarakat di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Rabu (1/4/2026). BPBD BENGKALIS UNTUK RIAU POS

Advertisement

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Cuaca di Pulau Bengkalis cukup ekstrem dan sudah satu bulan lebih tak kunjung turun hujan. Kondisi ini juga memperparah karhutla di lahan kebun milik warga di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan dan Desa Pelkun Kecamatan Bengkalis, Kamis (2/4). Akibatnya langit di Bengkalis sudah mulai ditutupi kabut asap tipis.

Karhutla Desa Teluk Lancar sudah berlangsung selama sepekan dan saat ini kondisinya makin meluas menghanguskan belasan hektare kebun sawit warga. Tim gabungan terus berjibaku memadamkan api. Namun, sejauh ini belum nampak tanda-tanda api bakal padam secara menyeluruh. 

Advertisement

Kondisi ini diperparah karena lokasi kebakaran merupakan tanah gambut yang sudah kering karena sudah lama tidak turun hujan. Yandi, seorang 

warga Desa Teluk Lancar meminta Pemkab Bengkalis  menurunkan alat berat untuk membuat parit agar kebakaran tidak semakin luas.

Menurutnya,  saat ini api sudah mendekati perkampungan yang membuat warga semakin khawatir atas keselamatan keluarga dan rumah mereka. Jika ini tidak diantisipasi segera maka dapat menyebabkan kebakaran rumah warga setempat.

Yandi mengatakan, masyarakat Desa Teluk Lancar sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berjibaku membantu pemadaman. “Ya, sebaiknya Pemkab Bengkalis menurunkan alat berat membuat parit untuk mencegah meluasnya kebakaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Bantan Iptu Iskandar ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya masih kesulitan memadamkan api. Bahkan petugas secara beramai-ramai memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Iskandar mengaku, korban api sudah mendekati perkampungan masyarakat. Namun, belum ada permintaan alat berat dari warga. “Kita dahulukan pemadaman api yang mengarah ke perkampungan agar tidak menjalar ke rumah warga,” jelasnya.

Iskandar juga mengaku, belum mendapat informasi adanya permintaan alat berat dari warga. Namun demikian, pihaknya sangat mendukung permintaan tersebut. “Jika ada permintaan sampaikan saja, biar kita koordinasikan dengan instansi terkait,” jelasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

DPR Minta Ada Ganti Rugi Biaya Pemulihan Lingkungan 

Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Saadah, meminta penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

Antisipasi Karhutla, BPBD Kampar Gencarkan Patroli di Wilayah Rawan

BPBD Kampar tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan kondisi cuaca serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla.

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Kapolda Riau Sebar 260 Plang Larangan Pembakaran

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Kapolda Riau Sebar 260 Plang Larangan Pembakaran

Salah satu upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan, Kapolda Riau Ierjen Arman Achdiat menyeebar 260 plang larangan pembakaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer