Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Karhutla, Plt Gubri Imbau Masyarakat Tidak Membuka Lahan dengan Membakar

Soleh Saputra • Senin, 9 Maret 2026 | 13:50 WIB

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Hal ini menyusul laporan BMKG yang menunjukkan curah hujan di wilayah Riau pada tahun 2026 berada di bawah kondisi normal.

SF Hariyanto menegaskan bahwa tantangan tahun ini diprediksi jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya. Karakteristik cuaca yang lebih kering menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga tingkat tapak di desa-desa.

"Berdasarkan kondisi iklim yang ada, potensi Karhutla tahun ini diperkirakan akan lebih besar. Karena itu, kita semua harus meningkatkan kewaspadaan ekstra," ujar SF Hariyanto.

Dalam imbauannya, Plt Gubri secara khusus menyoroti aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat maupun korporasi. Ia meminta agar cara-cara konvensional seperti membakar lahan segera ditinggalkan dan diganti dengan metode yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, satu titik api yang kecil bisa menjadi bencana besar yang tidak terkendali jika dipicu oleh angin kencang dan kondisi lahan yang mengering.

Kekhawatiran pemerintah bukan tanpa alasan, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan.

Saat ini total luasan lahan yang terbakar di Bumi Lancang Kuning telah menembus angka 1.161,64 hektare. Luasan ini tersebar hampir merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Riau.

Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Jim Gafur, mengungkapkan bahwa dari 12 kabupaten/kota, hanya satu wilayah yang sejauh ini masih nihil titik api.

"Untuk Karhutla di Riau telah terjadi di 11 daerah, kecuali Kabupaten Rokan Hulu. Total keseluruhan mencapai 1.161,64 hektare, dengan luasan paling signifikan berada di Kabupaten Pelalawan yang mencapai 681,5 hektare," jelas Jim. (sol)

Editor : M. Erizal
#Ancaman Karhutla #antisipasi karhutla #Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) #plt gubri