BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Sepanjang tahun, khususnya setiap Hari Raya Idulfitri, persoalan antrean di Roro Bengkalis sudah bukan rahasia umum, yang dirasakan masyarakat. Antrean panjang, baik roda empat maupun roda dua selalu mengular sampai ke jalan raya menuju pintu masuk dermaga Roro Bengkalis.
Namun tahun ini, sudah mulai terurai persoalan antrean di Roro Bengkalis. Meski masih dirasakan adanya antrean, khususnya kendaraan roda dua, namun tak separah tahun-tahun sebelumnya yang harus mengantre sampai berhari-hari di dermaga Roro Bengkalis.
Penerapan tiket online oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis pada arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M, malah menuai beragam tanggapan dari masyarakat pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Roro Air Putih Bengkalis dan Sungai Selari, Kecamatan Bukit Batu.
Sejak sebelum Idulfitri 1447 Hijriyah, masyarakat telah memperoleh informasi terkait sistem ini melalui berbagai media, mulai dari pemberitaan online, media sosial, hingga akun resmi Instagram Dinas Perhubungan.
Secara umum, sekitar 80 persen pengguna jasa, baik warga Pulau Bengkalis maupun pendatang, merasakan kemudahan dari sistem tiket online, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi roda empat.
Mereka menilai sistem ini mampu memberikan kepastian jadwal keberangkatan serta mengurangi waktu antrean di pelabuhan.
Dari pantauan di lapangan, hingga H+5 Idulfitri 1447 Hijriyah, kondisi penyeberangan di Pelabuhan Roro Air Putih–Sungai Selari terpantau aman dan lancar. Sebanyak lima armada kapal tetap beroperasi melayani masyarakat, meskipun cuaca cukup panas dengan gelombang yang masih dalam batas wajar.
Salah seorang pengguna jasa, Yandi (38), mengungkapkan bahwa penerapan tiket online tahun ini jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana tahun lalu masih menunggu lama dan tidak sesuai jadwal yang tertera di dalam tiket yang sudah dipesan lebih awal.
"Ya, kalau tahun ini lebih nyaman, keberangkatan sudah terjadwal, jadi tidak perlu menunggu berjam-jam seperti dulu," jelas Yandi, Kamis (26/3/2026).
Hal senada disampaikan Wati (31), warga lainnya yang juga menggunakan layanan tersebut. Dirinya menilai sistem ini sangat membantu, meskipun masih perlu penyempurnaan. "Secara umum bagus, tapi aplikasinya kadang masih error. Harapannya ke depan bisa lebih stabil dan tetap digunakan meskipun bukan hari besar," harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Bengkalis, Ardiansyah, menjelaskan bahwa penerapan tiket online ini masih bersifat uji coba sebagai bagian dari proses digitalisasi layanan.
"Kami masih membuka layanan tiket online ini sampai Senin, 1 April 2026. Apabila arus kendaraan sudah normal, maka akan dihentikan sementara," ujar Ardiansyah.
Ia menambahkan, penerapan sistem ini bertujuan untuk melihat respons masyarakat terhadap perubahan dari sistem manual ke digital. "Ya, dari hasil pantauan dan evaluasi kami, respons masyarakat cukup positif terhadap aplikasi ini," jelasnya.
Ke depan, kata Ardiansyah, sistem tiket online tetap akan digunakan, meskipun tidak hanya pada momen Lebaran atau Natal dan Tahun Baru. Namun, pihaknya akan melakukan sejumlah penyempurnaan terlebih dahulu.
"Aplikasi ini akan tetap berjalan, tetapi kami akan melakukan perbaikan dari sisi sistem maupun kondisi di lapangan. Penyempurnaan ini berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari pengguna jasa," ungkapnya.
Editor : Rinaldi