PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Hingga Ahad (15/6/2025) petang, kepulan asap tebal dan percikan api masih tampak menghanguskan kawasan hutan di Bukit Batu Ropit di atas Bendungan Kaiti Samo-Bendungan Cipogas, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Sebelumnya, Jumat (13/6/2025) petang, Tim Gabungan BPBD dan Satreskrim Polres Rohul telah memastikan titik api telah dipadamkan. Namun berdasarkan pantauan langsung dan laporan masyarakat Desa Sialang Jaya, Ahad (15/6/2025) asap tebal kembali terlihat membubung dari sisa-sisa bara dari kayu hutan yang terbakar. Percikan api juga masih tampak menghanguskan hutan yang berada dekat dengan kawasan Wisata Danau Cipogas Kecamatan Rambah.
Terbakarnya kembalinya hutan tersebut, diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas kering dan tidak adanya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Rohul dalam dua hari terakhir hingga Ahad, (15/6) malam.
''Kami berharap munculnya kembali titik api dan asap tebal yang menghanguskan hutan Bukit Batu Ropit di Desa Sialang Jaya ini, mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Untuk mengungkap dan menindak tegas pihak-pihak yang diduga sengaja membakar dan merusak hutan demi kepentingan pribadi seperti mengalih fungsikan kawasan hutan menjadi lahan perkebunan sawit," tegas Arfin, pemerhati dan pencita lingkungan Kecamatan Rambah ini.
Dalam pada itu, Kepala BPBD Rohul H Ridarmanto MIP melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Rohul Boy Arta SIP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (15/6/2025) menyatakan pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya kembali titik api kawasan Hutan di Desa Sialang Jaya Kecamatan Rambah.
''Kondisi ini menjadi atensi kami dari BPBD Rohul. Kami akan berkoorinasi dengan Polri dan TNI. Namun mengingat situasi malam hari serta akses jalan menuju lokasi yang cukup ekstrem, menunda peninjaun lapangan demi menjaga keselamatan anggota dilapangan. 'Besok Senin (16/6/2025) pagi, Tim BPBD akan turun kelokasi untuk melakukan pengecekan dan Verlap (verifikasi lapangan) lanjutan,'' jelasnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman