PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Senin (30/3/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Sejumlah rumah warga dan rumah toko (Ruko) serta bangunan Pondok Pesantren Ar Royan di Dusun II (Dua) Desa Aliantan, Kecamatan Kabun dihantam angin puting beliung.
Bencana alam terjadi, ketika warga sedang tidur pulas. Untungnya tidak ada korban jiwa. Hujan disertai angin kencang hanya merusak atap rumah penduduk dan rumah Kades Aliantan Marisal serta bangun Ponpes yang roboh dan miring.
Camat Kabun Anang Perdhana Putra SSTP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (30/3/2026) pagi, membenarkan terjadinya peristiwa bencana angin puting beliung pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di Desa Aliantan.
Berdasarkan data dan informasi dari Pemerintah Desa Aliantan yang diterimanya, bencana angin puting beliung terjadi ketika warga sedang tidur pulas. Berawal, hanya hujan ringan yang disertai angin kencang.
Dari musibah itu, warga terkejut dan terbangun, saat bunyi suara angin kencang (puting beliung, red) menyapu atap rumah mereka. Akibat bencana alam itu, sejumlah rumah dan ruko milik warga termasuk rumah Kades Aliantan Marisal, atap rumahnya rusak dan berterbangan disapu angin.
"Pagi ini, kita meninjau kelapangan. Untuk mendata dan memastikan kondisi kerusakan sejumlah rumah warga, fasilitas umum termasuk bangunan di Ponpes Ar Royyan di Desa Aliantan yang roboh. Kita tetap bersyukur, dalam musibah ini, tidak ada korban jiwa. Hanya saja, warga yang atap rumah dan rukonya rusak mengalami kerugian materil yang belum bisa ditaksir," ungkapnya.
Anang mengatakan, pemerintah kecamatan kabun telah melaporkan terjadinya peristiwa bencana alam puting beliung di Desa Aliantan kepada Bupati Rohul. Termasuk telah menginfirmasikan dan meminta bantuan dari BPBD Rohul untuk melakukan upaya percepatan membantu penanganan terhadap sejumlah rumah warga yang terdampak bencana angin puting beliung.
"Saat ini warga Desa Aliantan sedang melaksanakan gotong royong bersama-sama memperbaiki kerusakan atap rumah warga termasuk bangunan Ponpes Ar-royan yang roboh. Untuk kerugian belum bisa ditaksir, karena masih dalam pendataan di lapangan," jelasnya.
Anang, mengaku, bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Aliantan ini, merupakan kedua kalinya di Kecamatan Kabun. Sebelumnya pada pertengahan Maret terjadi di Desa Batulangkah Besar, hanya merusak atap bangunan SMPN 5 Kabun.
Namun dirinya belum bisa memastikan, apakah sejumlah desa yang terkena musibah alam ini, lintasan angin puting beliung. "Belum bisa dipastikan. Yang jelas kita imbau warga untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Karena siangnya panas, magrib atau malam terjadi angin kencang disertai hujan pada bulan ini (Maret, red)," tuturnya.
Data sementara yang dihimpun oleh Pemerintah Kecamatan Kabun, sejumlah rumah dan fasilitas umum rusak ringan, sedang dan berat akibat bencana angin puting beliung diantaranya:
1. Rumah milik Marisal (Pj Kades Aliantan), kondisi bangunan kayu ring dan atap rumah sebahagian diterbangkan angin, perabotan dan pakaian basah di guyur hujan.
2. Rumah Milik Eko (Ketua RW 004), kondisi bangunan rumah sebahagian kayu ring dan atap diterbangkan angin
3. Tribun Lapangan Bolakaki Puti Maipat, kayu ring dan atap di terbangkan angin
4. Kedai Mini milik Mashuri, kondisi bangunan kedai roboh
5. Rumah milik Nisa (kader posyandu) teras dan kanopi diterbangkan angin keatas rumah milik Azma Wati (sedang)
6. Rumah milik Azma Wati sebahagian atap rusak oleh angin (rusak ringan)
7. Rumah milik Roslaini sebahagian atap rusak oleh angin (rusak ringan)
8. Rumah milik Rosla Wati sebahagian atap diterbangkan oleh angin (rusak ringan)
9. Ruko 3 pintu milik H Mustawa atapnya berterbangan oleh angin
10. Ponpes Ar Royyan kondisi bangun miring dan roboh (rusak ringan)
Editor : Rinaldi