Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kawanan Gajah Mengamuk karena Anaknya Terjebak di Septic Tank

Monang Lubis • Senin, 23 Februari 2026 | 13:14 WIB

Petugas dan warga setempat mengevakuasi anak gajah yang masuk Septiktang di perumahan karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Ahad (22/2/2026).
Petugas dan warga setempat mengevakuasi anak gajah yang masuk Septiktang di perumahan karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Ahad (22/2/2026).

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Seekor anak gajah terperosok dan terjebak dalam septic tank di perumahan karyawan PT Arara Abadi Distrik Tapung, Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Ahad (22/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Hal itu menimbulkan kepanikan kawanan gajah karena sang induk tak bisa menyelamatkan anaknya yang berusia kurang satu bulan. Dampaknya bangunan mess sekuriti dan sejumlah sepeda motor dirusak kawanan gajah.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menjelaskan, sekitar pukul 10.00 WIB, saat kawanan gajah pergi meninggalkan mess, ditemukan anak gajah terperosok dalam septic tank. “Setelah mendapatkan perawatan dari dokter hewan, anak gajah kembali ke kawanannya dan lokasi mes smemang bersebelahan dengan hutan lindung,” jelasnya.

Sejak sepekan terakhir, kawan gajah memang sudah berkeliaran di sekitar lokasi, tapi tidak mengganggu warga. Gajah Sumatera merupakan hewan dilindungi dan hidup berdampingan dengan manusia. “Semua pihak kami harapkan menyadari hal ini sehingga tak ada korban,” ujap Kapolres

Pemerintah Kabupaten Siak telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan Polres terkait munculnya gajah dan mengganggu aktivitas warga. Bupati Siak Afni Z mengajak pemangku kepentingan segera melakukan mitigasi, sehingga konflik tidak berlanjut.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian di Desa/Kampung Rantau Bertuah, Kecamatan Minas. Tapi gerak cepat dalam melakukan mitigasi sehingga hal yang sama tidak terulang perlu dilakukan,” tegasnya.

Di tengah Ramadan ini, Bupati Afni mengimbau semua dapat menahan diri. Pihaknya bersama lintas sektoral akan bekerja maksimal dalam mencegah berlanjutnya konflik manusia dengan gajah ini. Ia mengaku sudah mendapatkan keluhan dari masyarakat atas kekhawatiran yang dialami sejak beberapa waktu belakangan karena kawanan gajah memang sudah sering terlihat. 

Biasanya hanya melintas, dan memakan makanan yang ada seperti batang pisang dan lainnya, tapi kali inisudah berhari-hari selalu menampakkan diri, dan itu membuat resah. Langkah strategis memang mesti dilakukan, selain memastikan pakannya, juga dapat dikembalikan ke habitatnya, sehingga tidak bereaksi lagi.(mng)

Editor : Arif Oktafian
#anak gajah #kawanan gajah #mengamuk #terperosok