BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan konsultasi publik yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/4).
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komunikasi publik PLN untuk memastikan setiap tahapan pembangunan proyek ketenagalistrikan berjalan secara terbuka, transparan, dan partisipatif, dengan melibatkan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.
Konsultasi publik tidak hanya difungsikan sebagai sarana penyampaian informasi mengenai rencana dan tahapan proyek, tetapi juga sebagai ruang dialog yang memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, masukan, hingga potensi kekhawatiran atas pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen PLN dalam memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, khususnya terkait kewajiban pelibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan terhadap kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Tanjung Medan Ahendra SSos MIP serta Camat Pujud M Nasri SSos. Dari pihak PLN UIP Sumbagteng diwakili Officer Lingkungan Join Hadamean. Turut hadir pula mitra PLN dari BKI sebagai konsultan proyek, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga setempat.
Camat Tanjung Medan Ahendra menyampaikan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan kebutuhan strategis yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini merupakan kebutuhan strategis yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek ini, sekaligus memanfaatkan forum ini sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ujarnya.
Baca Juga: Bapenda Uji Petik ke Perusahaan dan RS Swasta
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, PLN, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran pelaksanaan proyek. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan partisipatif menjadi kunci dalam meminimalisasi potensi kendala sosial di lapangan.
Officer Lingkungan PLN UIP Sumbagteng Join Hadamean menyampaikan, PLN berkomitmen untuk tidak hanya menghadirkan listrik yang andal, tetapi juga memastikan proses pembangunan berjalan dengan memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
“Seluruh masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi kami dalam pelaksanaan proyek ke depan. PLN berkomitmen menjalankan pembangunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan serta memperhatikan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, PLN UIP Sumbagteng secara konsisten mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam aspek transparansi dan akuntabilitas. Melalui kegiatan konsultasi publik ini, PLN memastikan masyarakat memperoleh informasi yang komprehensif terkait manfaat proyek, potensi dampak, serta langkah mitigasi yang telah disiapkan.(adv)
Editor : Arif Oktafian