Ramzi pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Kulim, Pekanbaru. Dia rindu dengan ibunya yang sudah lansia.
Ramzi sengaja tidak membawa anak istrinya, karena hanya menginap semalam saja.
Ramzi berangkat dari Siak sepulang kantor. Sesampai di rumah ibunya sudah senja.
Sempat berbincang dengan ibunya, bertukar kabar, serta memastikan ibunya sehat. Habis makan malam, rasa kantuk menghampirinya. ”Tidurlah di kamar,” kata ibunya.
Ramzi yang masih ingin tetap ngobrol bersamaibunya, meski sudah mengantuk berat, tetap tak bergerak dari posisi duduknya.
”Selimut sudah disiapkan, demikian obat nyamuk juga sudah dipasang,” ucap ibu Ramzi.
Mendengar perintah ibunya itu, Ramzi pamit ke ibunya.
”Aku tidur duluan ya Mak,” ucap Ramzi menuju kamar.
Ramzi pun langsung membaringkan tubuhnya di kasur tempat tidur yang sudah dirapikan ibunya.
Tengah malam, Ramzi terjaga, nafasnya sesak, kamarnya penuh dengan asap.
Ramzi bingung, dan bertanya-tanya dalam hati, dari mana asal asap sampai membuat kamar menjadi pengap.
Ramzi langsung berdiri dan menghidupkan lampu kamar. Alamak, bukan main kagetnya dia, ada lima obat nyamuk dipasang ibunya.
Selesai memadamkan obat nyamuk, Ramzi tersenyum sendiri, atas apa yang telah dilakukan ibunya.
Ibu khawatir dia digigit nyamuk, makanya berulang ulang memasang obat nyamuk. Padahal satu saja sudah cukup.(mng)
Editor : Arif Oktafian