DURI (RIAUPOS.CO) - Masyarakat Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis mengeluhkan kondisi air bersih yang dipasok melalui PDAM Tirta Terubuk Cabang Duri tidak mengalir ke rumah mereka. Akibatnya masyarakat yang tak memiliki cadangan air, seperti sumur bor atau sumur cincin harus mencari sumber air lain.
Kondisi ini menambah beban berat masyarakat Kota Duri ketika PDAM mencabut subsidi air bersih dan menaikkan harga yang cukup tinggi. Namun tidak dibarengi dengan pelayanan yang baik oleh perusahaan plat merah tersebut.
Seperti yang dirasakan oleh warga Gang Damai 2, Jalan Jawa Kelurahan Gajah Saksi Kecamatan Mandau, yang mengeluhkan pasokan air bersih dari PDAM Duri, yang tidak mengalir ke rumah mereka sudah tujuh hari lamanya.
Baca Juga: Gunung Kuda Cirebon Longsor, 10 Pekerja Tambang Galian C Meninggal Dunia, 6 Orang luka-Luka
"Bagaimana ini, karena air bersih merupakan kebutuhan utama rumah tangga. Ditambah lagi selama ini kami hanya mengandalkan aliran air dari PDAM dan tidak ada cadangan air lain," ujar Ani, salah seorang warga di sana.
Ia mengaku, sudah seminggu ini air tidak mengalir ke rumahnya. Sehingga untuk mendapatkan pasokan air bersih untuk mencuci, mandi, dan memasak harus mencari di luar. Tentu kondisi ini sangat memberatkannya, karena harus menambah ongkos lagi untuk membeli air kemasan galon.
"Kami tak tahu apa penyebebnya, tapi sudah seminggu ini air mati dan tak ada masuk ke rumah kami. Makanya kami berharap agar pihak terkait memperhatikan kondisi masyarakat saat ini. Di mana kondisi ekonomi susah, ditambah dengan air yang sulit didapat," ucapnya.
Baca Juga: Dua Residivis Curanmor di Rohil Kembali Berurusan dengan Polisi setelah Terjerat Kasus Narkoba
Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala Cabang PDAM Tirta Terubuk Duri, Darwin yang dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp-nya tidak menampik kondisi yang dialami pelanggannya. Namun itu bukanlah disengaja atau ada persoalan teknis seperti mesin yang rusak, melainkan persoalan pasokan air baku yang kurang.
"Ya, pasokan air baku dari PHR sangat kecil. Kondisi ini sudah hampir semingu. Namun kami sedang berkoordinasi bersama pemerintah pusat dan PUPR Riau agar disegerakan pengoperasian sistem air bersih terkoneksi yakni Dumai, Rohil dan Bengkalis (Durolis)," jelasnya.
Ia menyebutkan, untuk saat ini produsi PDAM hanya mencapai 20 liter per detik, yang biasanya 50 liter per detik. Maka pihaknya tidak bisa berbuat banyak, melainkan harus menunggu dari pusat terkait pasolan air dari sistem pemasok air Durolis.
Baca Juga: Sedang Nongkrong, Pengedar Sabu di Kemuning Inhil Ditangkap Polisi
Darwin juga mengatakan, kalau dari keterangan pihak PHR menyebutkan, pompa sudah beroperasi, tetapi pipanya sudah tidak kuat menahan tekanan dan bocor jika ditambah tekanan. Jadi tekanan pompa dari RWTP Rangau terpaksa diturunkan.
"Penggantian pipa HDPE sedang berjalan dan kemungkinan baru beroperasi bulan Juli 2025. Saat ini kondisi waduk Km 125 sudah kritis, tetapi pasokan air baku ke PDAM masih tetap diupayakan mengirim 15.000 barrel per hari," ujarnya.
Jadi, kata Darwin, saat ini pelayanan air bersih di kota Duri, sebagian hidup namun elepasinya rendah. Namun tidak semua mengalir ke pelanggan, karena waktu operasi pompa distribusinya kurang lebih cuman satu jam.
"Kami akan berusaha maksimal untuk memulihkan kondisi air bersih. Mudah-mudahan ada solusi segara dari pemerintah, kalau tidak pasokan air bersih ke pelanggan bakal terus terganggu," ujarnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman