Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Masyarakat Hutan Samak Kesulitan Air Bersih

Abu Kasim • Rabu, 30 Juli 2025 | 13:05 WIB
Akibat mesin genset yang disiapkan oleh mitra PT SRL hanya menyala selama tiga jam, masyarakat Dusun Hutan Samak memanfaatkan lilin maupun lampu togok sebagai penerangan rumahnya di malam hari, Senin
Akibat mesin genset yang disiapkan oleh mitra PT SRL hanya menyala selama tiga jam, masyarakat Dusun Hutan Samak memanfaatkan lilin maupun lampu togok sebagai penerangan rumahnya di malam hari, Senin

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Akibat putusnya aliran listrik yang dipasok melalui jaringan listrik PT PLN, membuat masyarakat Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara resah. Karena pasokan listrik cadangan yang disediakan mitra PT Sumatera Riang Lestari (SRL) melalui unit mesih gensetnya hanya menyala di malam hari selama tiga jam.

‘’Di dusun kami jumlah kepala keluarganya bukan 300 melainkan 398  KK. Setelah kejadian sepekan lalu barulah datang bantuan mesin genset perusahaan, tapi hanya menyala tiga jam, setelah itu kami gelap gulita sampai pagi,’’ ujar Lili, salah seorang warga Dusun Hutan Samak, Selasa (29/7).

Ia menyebutkan, persoalan lain yang dihadapi masyarakat adalah masalah air bersih, yang selama ini pada umumnya masyarakat memanfaatkan pompa air bersih dengan memanfaatkan listrik. Tapi saat ini listrik padam maka pasokan air untuk aktivitas mandi, mencuci dan menanak nasik jadi terganggu.

‘’Ditambah lagi saat ini musim kemarau, yang biasanya mengharapkan air hujan tapi sampai saat ini tak kunjung hujan. Jadi kondisi air masyarakat sangat kesulitan, khususnya untuk mandi dan mencuci,’’ jelasnya.Baca Juga: Riau Pos Group Silaturahmi dengan Bupati, Ucapkan Selamat, Siap Dukung Program Pemkab Bengkalis

Menanggapi itu, Humas PT SRL, Yuri Prayoga yang dikonfirmasi menyebutkan, putusnya kabel Sutet milik PLN karena ditabrak kapal tongkang milik mitra kerja perusahaan, saat ini pihaknya sedang melakukan proses penyambungan kabel Sutet yang putus bersama PLN.

‘’Sebelum diperbaiki kami sudah membantu pasokan aliran listrik cadangan dengan mendatangkan mesin genset, yang disediakan oleh mitra perusahaan dengan memakai dua unit mesin genset. Untuk proses perbaikan kabel Sutet antara 10 hari hingga 1 bulan. Dan ahli yang bisa memasang kabel Sutet ini didatangkan dari Rengat, Inhu,’’ jelasnya.

Camat Rupat Utara, Aulia Fikri meminta agar pihak perusahaan dan PLN agar segera menyelesaikan persoalan tersebut. Karena masyarakat saat ini sangat resah dalam menghadap kondisi hidup tanpa listrik.

‘’Kalau minyaknya kurang PLN harus menyuplainya. Karena setelah mesin cadangan datang dua unit, tapi minyaknya hanya dua jerigen, tentu tidak sanggup untuk menyala sampai pagi hari,’’ jelasnya.Baca Juga: Menjaga Marwah, Meraih Berkah di Hari Jadi Ke-513 Kabupaten Bengkalis

Sedangkan kata Auli, kebutuhan masyarakat akan listrik di sana sangat tinggi. Apalagi di saat musim kemarau mereka mengangkat air melalui sumut bor yang harus disedot menggunakan masin pompa air.

Team Leader Pengendalian Unit Tersebar Pulau Rupat PLN Wilayah Dumai, Recky Maimito Marbun menyampaikan, untuk kondisi listrik yang menyala hanya tiga jam sudah disampaikan ke perusahaan, ada kendala teknis berupa BBM solar yang tak mencukupi.(ksm)

Editor : Rindra Yasin
#pln #desa titi akar #bengkalis #rupat utara #pt sumatera riang lestari #Dusun Hutan Samak