BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Bengkalis, berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan penanganan Karhutla setelah hampir sepekan berjibaku. Hingga Selasa (12/8/2025) siang, seluruh titik api dinyatakan padam total dan tidak ada kebakaran baru yang muncul.
Manager Pusdalops PB BPBD Bengkalis, Erzansyah mengungkapkan, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan cuaca hujan yang merata di hampir seluruh wilayah Bengkalis sejak pekan lalu.
"Alhamdulillah kondisi Karhutla Bengkalis, terutama daerah yang terbakar sampai kemarin sudah aman dan tidak ada titik api maupun asap lagi. Di antaranya di Pinggir, Bathin Solapan, dan Rupat, semua diguyur hujan. Api berhasil padam dan sampai hari ini tidak muncul api baru," jelas Erzansyah, Rabu (13/8/2025).
Ia menyebutkan, berdasarkan laporan tim Pusdalops PB BPBD Bengkalis, selama sepekan terakhir wilayah Bengkalis nihil titik panas maupun titik api. Meski demikian, Satgas gabungan tetap melakukan patroli rutin harian, terutama di bekas lahan yang sempat terbakar.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya rutin menggelar patroli di wilayah rawan, yakni bekas lahan Karhutla yang sudah padam. Kekhawatiran kami, ketika curah hujan berhenti, bisa saja muncul kembali asap dari lahan tersebut.
Erzansyah menambahkan, tim gabungan harus memastikan titik yang terbakar benar-benar tidak mengeluarkan asap. Pantauan di lapangan akan terus dilakukan mengingat kondisi cuaca di Bengkalis kerap berubah.
"Sepekan terakhir wilayah kita diguyur hujan, baik lebat, gerimis, maupun sedang. Meskipun intensitasnya berbeda, hujan turun merata di pulau maupun daratan Sumatera. Namun, cuaca belakangan ini cukup cepat berubah, sehingga pemantauan akan terus dilakukan," ungkap Erzan.
Sedangkan Kapolsek Rupat AKP Faisal juga menyebutkan, lahan yang terbakar di Kelurahan Pergam sudah berhasil padam total. Ini karena hujan deras yang terjadi selama satu pekan.
"Alhamdulillah padam. Kami mengharapkan tidak ada lagi titik api di daerah kita. Kami juga mengingatkan masyarakat yang membuka lahan untuk perkebunan tidak dilakukan dengan cara membakar," harapnya.
Editor : Rinaldi