Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Warga Terpaksa Mandi dengan Air Parit

Abu Kasim • Kamis, 14 Agustus 2025 | 11:40 WIB
Warga pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa mengambil air parit untuk keperluan mandi dan mencuci, Rabu (13/8/2025).
Warga pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa mengambil air parit untuk keperluan mandi dan mencuci, Rabu (13/8/2025).

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Krisis air bersih akibat kemarau panjang dan menurun drastis debit air baku PDAM Tirta Terubuk Bengkalis selama dua pekan, membuat produksinya dihentikan sementara. Karena sulitnya mendapatkan air bersih, pelanggan PDAM Tirta Terubuk terpaksa menggunakan air parit berwarna coklat, yang ambil menggunakan galon.

”Ya, terpaksa kita ambil air parit buat manda dan juga untuk kebutuhan lain. Karena air bersih sama sekali tak mengalir ke rumah kami,” ujar Amat, warga Damon, Bengkalis, Rabu (13/8).

Ia menyebutkan, kondisi ini sudah terjadi cukup lama, sedangkan PDAM tidak ada solusi. Seharusnya PDAM yang memproduksi air secara terbatas, hendaknya melakukan gerakan bagi-bagi air bersih ke pelanggannya.

”Seharusnya ada solusi, bukan kami dibiarkan susah mendapatkan air bersih,” harapnya 

Sedang waduk PDAM di Desa Wonosari yang sempat menyusut drastis, saat ini tidak bisa diolah dengan mesin teknologi nano filter milik perusahaan plat merah, karena air baku yang ada bercampur lumpur, akibat dilakukan normalisasi mengginakan alat berat amphibi, sehingga tidak bisa diolah mesin canggih tersebut .

Di sisi lain, air baku yang ada hanya bisa dioleh melalui pengolahan konvensional dengan mencampurkan zat kimia. Ironisnya, semenjak memakai teknologi nano filter, pihak PDAM Bengkalis tidak lagi membeli zat kimia untuk menjernihkan air.

”Ya, produksi terpaksa kita hentikan, karena debit air baku di waduk Wonosari turun drastis karena musim panas. Air baku yang ada hanya bisa diolah secara konvensional, tapi zat kimianya tak ada, karena semenjak kita pakai nano filter tak lagi melakukan pengadaan zat kimia,” ujar Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Terubuk Harry Kumbara, Rabu (13/8).

Akibat PDAM menghentikan produksi, sebanyak 4.900 pelanggan PDAM kebingungan. Apalagi, rumah tangga yang tidak memiliki sumur atau sumur bor. Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan sehari-hari. Bahkan ada yang mandi dengan air parit yang belum tentu terjamin kebersihannya.

Selain mengambil air parit untuk keperluan sehari-hari, ada juga warga yang menumpang mandi di masjid. Seperti di Jalan Pertanian, Bengkalis.(yls)

Laporan ABU KASIM, Bengkalis

 

Editor : Rindra Yasin
#krisis air bersih #Warga mandi dengan air parit #kemarau panjang #Krisis air bersih bengkalis #bengkalis #PDAM Tirta