BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Dewan Eksekutif Mahasiswa Institut Syariah Negeri Junjungan (Dema ISNJ) Bengkalis, menggelar Workshop Jurnalistik Dasar dengan tema 'Membangun Literasi Kritis dan kreativitas Jurnalistik Muda Menuju Generasi Indonesia Emas 2045' di Aula Kampus ISNJ Bengkalis, Kamis (2/10/2025).
Antusiasme peserta yang awalnya hanya 80 orang, naik menjadi 120 orang, yang diutus dari Kecamatan Bengkalis dan Bantan melalui rekomendasi sekolah masing-masing. Di antaranya MAN 1, MTsN 1, SMAN 2 dan MA Al-Huda. Dari Kecamatan Bantan yakni, SMPN 1, MTsN 2, SMPN 3, SMAN 3, Pondok pesantren Nurul Salam, MA Miftahul Janah, Organisasi Kemahasiswaan Cipayung PC PMII, DPC GMNI, HMI Cabang Bengkalis, Dema IAIN Datuk Laksemana dan Dema ISNJ.
Ketua Dema ISNJ Bengkalis, Oktovianes Sinyo Lesnussa menyebutkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari visi dan misi yang dituangkan dalam Program Kerja untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas SDM generasi muda khususnya siswa dan mahasiswa.
"Kita menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni Adi Sutrisno dari Sekretaris Diskominfotik Bengkalis. Kegiatan ini agar peserta dapat menjadi instrumen, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto menuju visi Indonesia Emas 2045, menjadikan Indonesia maju, berdaulat dan berkelanjutan," jelasnya.
Sinyo didampingi Ketua Panpel Zambri, Pipin Norhazlinda selaku moderator, Andria Amanda sebagai MC. Pengurus Dema ISNJ menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh kasek yang telah mendelegasikan peserta untuk berpartisipasi, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi hingga acara ini dapat terlaksana dengan baik, lancar dan semoga bermanfaat bagi generasi muda Kabupaten Bengkalis.
Sedangkan Rektor ISNJ Bengkalis Khodijah Ishak menekankan, pentingnya mahasiswa dan siswa rajin membaca melalui apa saja medianya untuk dapat menjawab tantangan dimasa kini dan akan datang dengan modal dasar pemahaman tentang tema yang dibahas serta bijak bersosial media. Jadi tidak hanya kritis, tapi juga berimbang dengan menghadirkan hal yang positif.
"Semoga ini menambah ilmu bagi seluruh peserta, khususnya yang berperan sebagai penyebar informasi melalui media sosial, menajadi tanggung jawab pribadi serta tidak menyebarkan konten hoaks," harapnya.
Sementara itu, Adi Sutrisno dalam materi pemaparannya, fokus tentang manfaat, etika jurnalistik, serta metode 5 W 1 H dalam pembuatan berita oleh jurnalis dan menghindari menyebarkan konten berita hoaks di sosmed dan media mainstream.
"Ini hal yang penting. Seluruh peserta harus memperhatikan semua yang disampaikan melalui konten media sosial, maupun peran jurnalistik sesuai yang diatur dalam undang-undang. Makanya setiap konten yang dibuat memberikan inplementasi hukum, tentu informasi yang disampaikan harus sesuai kaedah jurnalistik," jelasnya.
Editor : Rinaldi