BENGKALIS (RIAUPOS CO) -- Sudah dua bulan terakhir pelayanan penyeberangan Roro Bengkalis dikeluhkan masyarakat. Meski sudah didemo mahasiswa, namun kondisi pelayanan penyeberangan masih buruk.
Faktor utama pelayanan penyeberangan Roro buruk adalah persoalan unit kapal yang mengalami kerusakan. Ditambah lagi saat proses perbaikan atau doking kapal, tidak ada penggati. Akibatnya antrean panjang dan lama menjadi keluhan utama pengguna kapal Roro.
Bahkan dalam sepekan terakhir, ada beberapa hari kapal rusak dan sempat dilayani satu kapal, sehingga membuat orang dan kendaraan yang antre serta menunggu resah dan gelisah.
Dari pantauan di lapangan dalam dua hari ini, ratusan sepeda motor dan mobil antre di jalur tunggu di dermaga Air Putih Bengkalis. Bahkan menjelang akhir pekan, ratusan sepeda motor menumpuk di dermaga Sungai Selari-Pakning, khususnya pada penyeberangan pertama.
Pasalnya, pada pagi hari, dua kapal yang dioperasikan semuanya memulai penyeberangan pertamanya di dermaga Air Putih Bengkalis. Sehingga para penumpang Roro di Sungai Selari-Pakning menunggu sejak pukul 05.00 WIB sampai pukul 09.30 WIB belum juga bisa menyeberang.
"Saya dari subuh sudah di dermaga Sungai Selari-Pakning, dan rencana perkiraan saya pada jam 9 sudah berada di Bengkalis. Karena ingin menjenguk keluarga yang sedang sakit," ujar Jumiah, salah seorang penumpang Roro asal Siak.
Ia mengaku, dari Siak sebelum subuh dan diperkirakan setelah subuh sudah berada di pelabuhan. Tapi sangat disayangkan, ternyata sampai pelabuhan harus menunggu lagi selama 3 jam.
"Bagaimana Buk Bupati, masalah Roro saja tak dapat diselesaikan. Ini sangat diperlukan masyarakat," ujarnya.
Sedangkan antrean panjang kendaraan masih terlihat di pelabuhan penyeberangan di kedua sisi. Bahkan waktu tunggu antara trip pertama ke trip kedua bisa mencapai empat jam. Kondisi ini disebabkan oleh berkurangnya armada kapal yang beroperasi.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Edi Kurniawan menjelaskan, saat ini salah satu kapal, yakni KMP Swarna Putri, baru saja selesai menjalani proses docking, namun mengalami kerusakan setelah kembali beroperasi.
"Perbaikan sudah dilakukan sejak kemarin, tetapi ada satu alat yang tidak tersedia di Bengkalis. Pihak kapal sedang menunggu pengiriman suku cadang dari pusat," jelas Edi Kurniawan, Sabtu (11/10/2025).
Ia mengungkapkan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari perusahaan kapal terkait waktu pasti kapan kapal tersebut bisa kembali beroperasi.
"Ya, setelah kami konfirmasi, mereka belum mendapatkan suku cadang yang dibutuhkan. Namun jika alat itu tiba, proses pemasangan tidak akan memakan waktu lama," ujar Edi.
Saat ini, jumlah pengguna jasa penyeberangan masih sekitar 50 persen, dengan puncak kepadatan terjadi pada siang hingga sore hari. Sementara di penyeberangan Sungai Pakning, antrean kendaraan besar seperti truk sempat mengular hingga keluar area pelabuhan, bahkan ada truk yang harus menunggu hingga 34 jam sebelum bisa diseberangkan.
Editor : Rinaldi