BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Siang itu, cuaca dan hawa panas menyengat di kulit. Namun tak menyurutkan semangat masyarakat yang antrean di beberapa titik penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite di pinggir jalan dan SPBU yang sudah mengular cukup panjang, Ahad (5/4).
Dari pantauan di lapangan, sejak pukul 13.00 WIB, ratusan kendaraan berjejer panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, tiga titik tempat pengecer di Jalan Antara, secara bergantian petugas menuangkan BBM jenis Pertalite ke dalam tangki sepeda motor.
Bahkan antrean juga terjadi hampir di seluruh SPBU, seperti SPBU Teluk Latak Desa Teluk Latak, SPBU Jalan Bantan, SPBU Jalan Lembaga, hingga SPBU di Kecamatan Bantan. Sementara itu, SPBU Kompak milik PT Bumi Laksamana Jaya di Jalan Panglima Minal pintu masuk Dermaga RoRo Bengkalis hingga kini belum beroperasi karena masih dalam tahap renovasi.
Andi, salah seorang warga Bengkalis mengatakan, kondisi ini cukup menyulitkan masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari SPBU. Dirinya berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali penjualan BBM melalui pengecer.
Baca Juga: Komisi B DPRD Rohil Desak SPBU Milik Pemda Segera Beroperasi, Ini Tanggapan Dirut SPRH
‘’Kami memaklumi kondisi saat ini, mungkin karena krisis energi. Tapi harapan kami, penjualan eceran bisa diadakan kembali agar masyarakat tidak harus antre panjang di SPBU,’’ ucapnya saat mengantre di SPBU Jalan Bantan, Bengkalis.
Keluhan serupa juga disampaikan Hendri. Ia yang sedang antre di tempat penjualan BBM eceran di Jalan Antara mengaku terkejut. Karena informasi yang didapat tak boleh menjual eceran, tapi ada tempat penjual eceran yang diserbu pembelinya.
‘’Karena pas melintas dan rencana ingin membeli di SPBU jadi batal. Karena melihat banyak yang antean, tapi pembeliannya dibatasi hanya 2 liter saja. Padahal kita sudah mengantre cukup panjang di tengah kondisi cuaca panas ini,’’ ucapnya.
Ia mengaku harus menunggu hingga berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM. Antreannya sampai dua jam lebih. Motor dan mobil semua ikut antre.
Baca Juga: Plt Gubri Lepas Bantuan Pangan untuk 597.968 Masyarakat Riau
Iwan, salah seorang warga Desa Air Putih, setelah usai mengantre mengaku harus menunggu cukup lama sebelum akhirnya bisa mengisi BBM. Dirinya mengantre sudah sejak pukul 07.30 WIB dan baru mendapatkan giliran mengisi pada pukul 11.00 WIB. Kondisi tersebut, menurutnya, sangat mengganggu aktivitas keseharian
‘’Sebelumnya tidak selama ini, tapi sekarang harus menunggu berjam-jam. Aktivitas saya jadi terkendala,’’ jelasnya.
Sedangkan keluhan serupa juga disampaikan oleh Wati, seorang ibu rumah tangga warga Desa Senggo yang sudah mengantre sejak pukul 08.00 WIB dan baru bisa mengisi BBM setelah pukul 12.00 WIB.
‘’Ini luar biasa dan kondisi cuaca panas dan berhimpitan dengan sepeda motor lain. Kalau tak ikut antrean maka tak dapat minyak. Kalau tak dapat minyak susahlah nak beraktivitas besoknya,’’ ujar Wati.
Baca Juga: Asap Karhutla di Bengkalis Meluas
Di sisi lain, pihak pengelola SPBU menyebutkan pasokan BBM sebenarnya masih masuk seperti biasa, namun jumlahnya terbatas dan tidak mencukupi tingginya permintaan masyarakat.
Seperti yang disampaikan pengelola SPBU Jalan Lembaga, Taufik Ikram. Ia mengatakan pada Sabtu (4/4), pihaknya hanya menerima pasokan BBM jenis Pertalite sebanyak 5.000 liter.
‘’Hari ini tinggal sekitar 800 liter sisa yang kami jual,’’ ujar Ikram.
Sedangkan Ujang, pengelola SPBU di Jalan Bantan juga menyebutkan, pihaknya menerima pasokan BBM sekitar 10.000 liter, namun distribusi kepada pengecer tidak diperbolehkan.
‘’Stok sebenarnya ada, tapi tidak dibenarkan untuk dijual ke pengecer, jadi semua masyarakat datang langsung ke SPBU. Akibatnya antrean panjang tidak terhindarkan,’’ jelas Ujang.
Ia mengatakan, tingginya masyarakat yang antre untuk mendapatkan BBM bersubsidi membuat operasional SPBU tidak berjalan normal. Ditambah lagi adanya listrik PLN padam pada siang hari.
‘’Kami buka dari pagi, biasanya istirahat siang, tapi karena antrean panjang, kami tidak bisa istirahat dan terus melayani masyarakat,’’ ucapnya.***
Laporan Abu Kasim, Bengkalis
Editor : Arif Oktafian