BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Dalam dua bulan terakhir masyarakat diresahkan dengan berbagai kondisi sulitnya mendapatkan BBM di Pulau Bengkalis. Bahkan isu terbaru adalah pembatasan penggunaan BBM bersubsidi jenis Pertalite, untuk kendaraan berkapasitas mesin di atas 1.400 CC.
Kendati informasi pembatasan itu akan diberlakukan per 1 Juni 2026, namun di lapangan masih belum berdampak terhadap aktivitas pengisian BBM di sejumlah SPBU di Pulau Bengkalis.
Di beberapa SPBU di pulau Bengkalis, kondisi antrean kendaraan terlihat normal dan tidak terjadi penumpukan kendaraan roda empat seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
Baca Juga: Pemko Pekanbaru Usulkan 76 Sekolah Ikut Program Revitalisasi
Seperti di SPBU Selat Baru, Kecamatan Bantan, antrean kendaraan roda empat terlihat lengang. Sejak pagi hingga sore hari (Kamis), hanya beberapa kendaraan yang terlihat melakukan pengisian BBM subsidi jenis Pertalite.
Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Jalan Lembaga, Bengkalis. Tidak tampak antrean kendaraan mengular di area pengisian BBM. Bahkan, SPBU sempat mengalami kekosongan stok sementara dan menunggu pasokan BBM masuk kembali pada sore hari.
Sementara itu, di SPBU Jalan Bantan, Desa Senggoro, aktivitas pengisian BBM juga berlangsung normal tanpa antrean panjang kendaraan. Meski ada penumpukan kendaraan roda dua, namun tidak separah seperti antrean dua pekan sebelumnya.
Baca Juga: Berhasil Salurkan Dana DAK dan DD Tepat Waktu, Kuansing Diganjar Penghargaan oleh KPPN
Pengelola SPBU Jalan Bantan, Ujang, mengatakan hingga saat ini pasokan BBM dari PT Pertamina masih berjalan lancar dan sesuai dengan permintaan SPBU.
“Ya, pasokan BBM masih normal sesuai pesanan. Pada Kamis kemaren ada dua mobil tangki masuk dengan total sekitar 10 kiloliter. Sore Rabu juga kembali masuk sekitar 15 kiloliter,” jelas Ujang, Jumat (22/5/2026).
Ia menambahkan, kondisi penjualan BBM subsidi di SPBU tersebut juga berjalan seperti biasa, tanpa adanya lonjakan pembeli.
Baca Juga: Sapi Kurban Presiden Tiba di Meranti, Bobotnya Hampir 1 Ton
“Untuk penjualan masih lancar, tidak ada antrean panjang. Kondisi pembeli normal seperti hari biasa,” jelasnya.
Terkait isu pembatasan pengisian Pertalite bagi kendaraan berkapasitas mesin di atas 1.400 CC, Ujang mengaku hingga kini belum menerima informasi resmi dari pihak Pertamina.
“Ya, belum ada informasi resmi dari Pertamina terkait pembatasan kendaraan di atas 1.400 CC untuk mengisi Pertalite. Saat ini kami masih melayani seluruh kendaraan, tentu dengan syarat memiliki barcode MyPertamina yang sesuai dengan nomor polisi kendaraan,” ujarnya.
Baca Juga: Hadapi Ancaman El Nino di Wilayah Kampar
Sedangkan masyarakat khawatir, jika ada pembatasan BBM jenis Pertalite. Karena selama beberapa bulan ini, isu BBM terus menguras tenaga dan pikiran masyarakat. Jadi masyarakat tak pernah tenang dibuat oleh pemerintah.
"Tak pernah tenang. Ada saja yang mau dibuat. Naik hargalah, pembatasan dan penggunaan berkode bagi pengecer. Ini sangat menyulitkan masyarakat," keluh Andi, salah seorang warga Senggoro, Bengkalis.
Ia mengaku, kesal dengan kebijakan yang dibuat pemerintah melalui Pertamina. Karena kebijakannya tak pernah berpihak kepada masyarakat kecil, malah menyusahkan masyarakat.
Editor : M. Erizal