BENGKALIS (RIAUPOS.CO) -- Prestasi gemilang berhasil ditorehkan perwakilan Kabupaten Bengkalis, diajang Jambore Ekologis Malay Youth Summit dan Festival Kebudayaan Melayu Riau 2026. Bengkalis meraih juara 1 cabang perlombaan Berbalas Pantun yang berlangsung di Pekanbaru, Sabtu (23/5/2026).
Prestasi membanggakan ini dipersembahkan oleh Norhaidi dan Saidi, dua pemantun berbakat yang tergabung dalam grup Laskar Melayu. Langkah mereka hingga meraih podium tertinggi tidak lepas dari dukungan penuh Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto alias KD.
Mendengar kabar kemenangan tersebut, Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, langsung menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya yang mendalam atas pencapaian luar biasa perwakilan dari Negeri Junjungan tersebut.
"Tahniah dan selamat kepada Norhaidi dan Saidi dari grup Laskar Melayu yang telah mengharumkan nama Bengkalis di tingkat provinsi. Kita sangat bangga. Pantun bukan sekadar seni berkata-kata, melainkan warisan budaya tak benda yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi muda," ujar Kaderismanto.
Perjalanan Laskar Melayu menuju tangga juara terbilang tidak mudah. Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh 9 regu terbaik yang mewakili berbagai daerah se-Provinsi Riau. Namun, lewat keserasian, ketajaman bait, dan kelihaian berbalas spontan, Norhaidi dan Saidi berhasil memukau dewan juri dan menyisihkan para pesaingnya.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari tangan dingin sang pembimbing, Juwandi, yang juga menjabat sebagai Ketua Desa Wisata Bukit Batu. Usai pengumuman pemenang, Juwandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas sokongan moral maupun material yang telah diberikan oleh Ketua DPRD Riau.
Baca Juga: Delapan Remaja Kuansing Jadi Nominasi Ajang Finalis Duta Pariwisata Riau 2026, Yuk Beri Dukungan
"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kaderismanto atas dukungan luar biasa yang diberikan kepada tim sejak awal. Tahniah juga untuk Norhaidi dan Saidi. Semoga kemenangan ini menjadi pemantik semangat bagi pemuda-pemudi lain di Bengkalis untuk terus mencintai dan melestarikan budaya Melayu," ujar Juwandi, Sabtu (23/5/2026).
Festival Kebudayaan Melayu Riau dan Jambore Ekologis Malay Youth Summit 2026 ini resmi ditutup pada Sabtu (23/5/2026), dengan menempatkan Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu daerah yang patut diperhitungkan dalam pelestarian seni sastra lisan Melayu.
Editor : Rinaldi