BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Di tengah semarak pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi, beberapa waktu lalu, Bupati Bengkalis Hj Kasmarni menerima piagam penghargaan dari Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr KH Nasaruddin Umar.
Penghargaan ini diberikan atas dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis dalam menyukseskan Program Masjid Ramah Pemudik pada momen Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Baca Juga: Kuliah Sambil Bekerja, Polbeng Buka Kelas RPL di Kampus 4 Duri
Penghargaan serupa juga diberikan kepada seluruh Bupati dan Wali Kota se-Riau sebagai bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program yang menjadikan masjid sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik saat musim Lebaran.
Program Masjid Ramah Pemudik merupakan inisiatif Kementerian Agama RI, untuk mengoptimalkan fungsi masjid, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang pelayanan sosial. Melalui program ini, masjid disiapkan untuk menyediakan tempat istirahat, fasilitas sanitasi, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bagi pemudik yang melintasi suatu daerah.
Baca Juga: Koalisi Melawan Terus Kawal Proses Pidana dan Etik, Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Rupat Utara
Pada kesempatan itu, Menteri Agama RI Prof Dr KH Nasaruddin Umar menyampaikan optimisme terhadap prestasi Provinsi Riau di bidang syiar Al-Qur’an. Menurutnya, secara historis Riau merupakan daerah yang selalu diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Insya Allah, Riau tidak akan kalah dengan provinsi lain di kancah internasional dalam perhelatan MTQ. Secara historis, Provinsi Riau selalu diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Nasaruddin Umar.
Baca Juga: Bupati Bengkalis Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027 Sebesar Rp3,247 Triliun
Menteri Agama juga mengapresiasi, dukungan pemerintah daerah terhadap Program Masjid Ramah Pemudik yang dinilainya telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat selama arus mudik dan balik Idul Fitri.
Sebanyak 5.686 masjid di seluruh Indonesia dilibatkan dalam program tersebut dan dijadikan sebagai posko pelayanan bagi para pemudik. (ifr/ksm)
Editor : Arif Oktafian