Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pancing Pasar Lebih Bergairah, Suzuki Tak Naikkan Harga Unit Kendaraan

Redaksi • Minggu, 21 Juli 2024 | 18:43 WIB
Suzuki XL7 yang dipajang di GIIAS 2024.
Suzuki XL7 yang dipajang di GIIAS 2024.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bila melihat data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara wholesales selama Januari-Juni 2024 terpantau pasar memang sedang melandai.

Pada periode tersebut, total distribusi mobil baru dari pabrik ke diler (wholesales) mencapai 408.012 unit. Kumpulan angka yang terkoleksi tersebut turun 19,4 persen dibanding periode sama di tahun sebelumnya.

Sedangkan untuk penjualan ritel, kondisinya tidak jauh berbeda. Kontraksi terjadi pada level 14 persen atau dari 502.533 unit menjadi 431.987 unit secara tahunan (year-on-year/YoY).

Menurut Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto ada beberapa faktor yang menyebabkan perekonomian secara makro terpengaruh.

Diantaranya melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga suku bunga yang masih tinggi menjadi kendala penjualan domestik.

Terkait lemahnya daya beli konsumen terhadap pasar otomotif di Tanah Air, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengharapkan tidak ada kenaikan harga jual mobil baru untuk sementara waktu.

Menurut Menperin Agus, program LCGC bisa menjadi salah satu strategi yang dapat diperluas, dan masalah kenaikan harus dihitung lagi seberapa besar bila harus naik.

“Jadi produsen yang mengikuti program LCGC itu berapa besar mereka bisa menaikkan harga. Kami minta untuk tidak atau menahan diri untuk menaikan harga karena ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Jadi kita minta ditahan dulu untuk menaikkan harga," ujar Agus beberapa hari lalu saat kunjungan di GIIAS 2024 di wilayah Tangerang (17/7).

Terkait hal ini Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor Minoru Amano memberikan tanggapan bahwa, saat ini semua pabrikan mengalami penurunan penjualan.

“Jadi memang di tengah pasar otomotif yang akan di bawah 1 juta unit, ini tidak hanya Suzuki saja, tapi semua APM sama. Maka kami berupaya untuk menekan cost supaya tidak terjadi kenaikan harga. Kami sendiri sebenarnya juga tidak mau menaikkan harga,” kata dia” ujar Amano saat acara GIIAS 2024 di wilayah Tangerang (18/7).

Baca Juga: Senin, Temu Ramah Pengurus Kagama Rohul dengan Mahasiswa KKN UGM

Besarnya kebutuhan pasar terhadap kendaraan menjadi faktor yang lebih utama dibandingkan nilai tukar rupiah. Taktik dalam menjual produk nantinya akan mengikuti dan menyesuaikan kondisi yang terjadi setelahnya.

Selama masyarakat Indonesia membutuhkan kendaraan, Suzuki optimistis pasar akan tetap tumbuh. Ini artinya sangat diharapkan pertumbuhan pasar membutuhkan dukungan yang lebih fundamental seperti kenaikan pendapatan masyarakat hingga adanya sinergi mobilisasi untuk berbagai keperluan.

Sumber: Jawapos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : M. Erizal
#Harga Mobil #suzuki #otomotif #gaikindo