Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Berdaya Saing Global, Sepatu Lokal Malang Menembus 8 Negara Berkat Dukungan BRI

Redaksi • Senin, 10 Februari 2025 | 11:03 WIB

Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025 berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City, Arta Louwe kini menembus pasar global internasioanl
Berkat BRI UMKM EXPO(RT) 2025 berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City, Arta Louwe kini menembus pasar global internasioanl

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dari pengalaman pahit saat SMP, Aprill Soeharto berhasil mengubah cemoohan tentang ‘sepatu jelek dan jebol’ menjadi motivasi untuk mendirikan Arta Louwee. Kini, brand sepatu custom ini sukses menembus pasar internasional dengan keunggulan desain yang nyaman dan dapat disesuaikan dengan bentuk kaki pemakainya. Keberhasilan Arta Louwee tak lepas dari dukungan program akselerasi bisnis BRI, yang membantu meningkatkan eksposur produk lokal ke pasar global.

BRI baru saja menyelenggarakan BRI UMKM EXPO(RT) 2025, yang berlangsung pada 30 Januari hingga 2 Februari 2025 di ICE BSD City. Acara ini sukses dihadiri lebih dari 69 ribu pengunjung, mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar, serta kontrak ekspor mencapai USD 90,6 juta atau sekitar Rp1,5 triliun. Aprill menjadi salah satu dari 1.000 UMKM terpilih yang unjuk gigi di acara tersebut.

Aprill mengungkapkan bahwa inovasi produknya hadir untuk mengatasi permasalahan sepatu ready-to-wear yang sering kali tidak sesuai dengan bentuk kaki, sehingga kurang mendukung aktivitas sehari-hari. Keunggulan ini menjadikan Arta Louwee mendapat pesanan dari berbagai negara, termasuk Singapura, Malaysia, Vietnam, Hong Kong, Arab Saudi, Turki, Oman, hingga Amerika Serikat.

Di balik kesuksesannya, Aprill juga membawa misi sosial dengan memberdayakan tenaga kerja lokal. Filosofi ini tercermin dalam nama Arta Louwee, yang berarti ‘harta lebih’, sebagai simbol pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Namun, perjalanan Aprill dalam membangun Arta Louwee tidak mudah. Sebelum mencapai omzet Rp90 juta per bulan, ia menghadapi berbagai tantangan. Kesadarannya akan pentingnya strategi pemasaran yang efektif membawanya mengikuti berbagai pelatihan, termasuk program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) dari BRI. Program ini memberikan pendampingan dan kurikulum terintegrasi untuk meningkatkan daya saing UMKM.

Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, Amam Sukriyanto, menegaskan bahwa PMB merupakan bukti nyata komitmen BRI dalam mendukung pengusaha muda agar dapat naik kelas dan bersaing di pasar global. Ke depan, BRI akan terus menghadirkan program pemberdayaan inovatif guna mencetak lebih banyak pengusaha muda potensial dan membuat UMKM Indonesia semakin kompetitif di tingkat internasional.

Editor : Rindra Yasin
#bri #bbri #Pengusaha Muda BRILian #BRI UMKM EXPO RT 2025