Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi PNM dalam menghadirkan tiga bentuk dukungan, yakni modal finansial berupa pembiayaan usaha, modal intelektual melalui pendampingan dan pelatihan, serta modal sosial yang memperkuat jejaring antar-nasabah. Dengan sinergi itu, PNM tidak hanya memberi akses permodalan, tetapi juga membekali pengetahuan dan membuka peluang kerja sama agar usaha para nasabah bisa berkembang dan naik kelas.
Hingga Mei 2025, PNM tercatat telah melayani 15,8 juta nasabah aktif melalui jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tercatat ada 4.652 layanan, terdiri dari 58 cabang, 621 kantor unit ULaMM, serta 3.973 kantor unit Mekaar. Jaringan tersebut hadir di 36 provinsi, 451 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan. Capaian ini menegaskan posisi PNM sebagai lembaga pembiayaan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera.
Baca Juga: PNM Dukung Usaha Ibunda Dhika Aura Farming untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menyebut penghargaan ini sebagai apresiasi atas kerja keras seluruh insan PNM dan perjuangan nasabah di pelosok negeri. “Setiap langkah kecil yang dilakukan nasabah dalam mengembangkan usahanya adalah inspirasi bagi kami. PNM akan selalu hadir untuk mendampingi, karena kami percaya setiap perjuangan layak ditemani,” ujarnya.
PNM meyakini, semangat kolaborasi dan keberpihakan pada perempuan prasejahtera akan terus menguatkan jutaan nasabah. Dengan demikian, mereka dapat semakin berdaya dan bersama-sama membangun masa depan lebih baik melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Editor : Rindra Yasin