JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kabar baik datang dari sektor energi nasional. Proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) atau modernisasi kilang di Balikpapan resmi beroperasi. Tak main-main, proyek dengan nilai investasi mencapai 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp123 triliun ini digadang-gadang menjadi kunci bagi Indonesia untuk lepas dari ketergantungan impor BBM.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rasa bangganya terhadap proyek strategis ini. Menurutnya, kilang Balikpapan bukan sekadar tumpukan besi dan pipa, melainkan mesin penyelamat devisa negara. “Jadi dengan RDMP ini, kita bisa hemat devisa hingga Rp60 triliun lebih per tahunnya,” ujar Bahlil awal pekan ini.
Menurut data PT Pertamina (Persero), modernisasi kilang ini dapat menurunkan impor energi sebesar Rp68 triliun per tahun. Angka itu terdiri dari penurunan impor bensin sebesar Rp44,6 triliun, impor solar sebesar Rp14,9 triliun, impor avtur senilai Rp5,4 triliun, dan LPG sebesar Rp2,9 triliun. Editor : Arif Oktafian