Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Live di Mobil dan Kepastian JNE Gas Semangat Afriani Tebar Kebahagiaan

M Amin • Rabu, 31 Juli 2024 | 20:05 WIB

 

Afriani saat live online shop (olshop) menjual produk fashion miliknya, Sabtu (27/7/2024) lalu.
Afriani saat live online shop (olshop) menjual produk fashion miliknya, Sabtu (27/7/2024) lalu.

Sebagai toko daring (online) dengan modal pas-pasan, Afriani awalnya tidak begitu yakin toko online-nya bisa berkembang. Tapi seiring berbagai momen, kini toko online-nya begitu berkibar. Dua kunci yang digunakan sejak awal adalah inovasi menggunakan live online shop media sosial dari mobil dan kepastian JNE mengantarkan pesanan pelanggan. Bagaimana ceritanya?

Laporan MUHAMMAD AMIN, Pekanbaru

SEORANG pria sedang asyik online menjajakan fashion dan berinteraksi di media sosial Facebook, Sabtu (27/7/2024) pagi jelang siang. Beberapa karyawan lainnya sibuk mengurus pesanan yang akan diantar dari tempat itu, sebuah rumah toko (ruko) dua pintu dengan dua lantai di Jalan Kurnia, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.

Dua ruko itu digunakan sekaligus untuk bisnis fashion dari Afriani Bagus Murah (BM) Olshop. Satu toko untuk pajangan atau toko offline, satu lagi untuk tempat toko online sekaligus tempat penyimpanan dan gudang distribusi barang. Lantai atas digunakan untuk tempat tinggal. Mulai fashion wanita, anak, pria, peralatan dapur, hingga sepatu dijual di toko ini. Barang-barang yang dijual di toko online ini sudah menyebar ke seluruh Sumatra, terutama Riau dan Kalimantan. Kebanyakan pengantaran barang menggunakan jasa kurir PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

“Sebab pelayanan JNE paling baik di antara yang lain,” ujar pemilik Afriani BM Olshop, Afriani.

Afriani adalah sosok wanita tangguh di balik salah satu toko online yang paling berkibar di Pekanbaru ini. Dari rumah mertua, lalu sebuah bilik kecil rumah tipe 36, kini telah ada dua petak ruko miliknya yang dipenuhi barang dagangan, mayoritas fashion. Dari bermodal kredit usaha rakyat (KUR), hingga perbankan kini tak lagi membolehkannya mengambil kredit berbunga rendah itu karena usahanya dinilai sudah mencapai tingkat menengah. Dari modal cekak, dimodali orang, hingga telah punya modal sendiri, bahkan bisa berbelanja partai besar di Bangkok, Thailand. Semua sudah dilakoninya.

Tentu semua itu tidak mudah. Jatuh bangun sudah dilalui Afriani dalam merintis usahanya hingga ke titik ini. Perempuan bernama lengkap Afriani Simamora ini bercerita, awal terjun ke bisnis penjualan fashion secara online ini adalah saat dia menjadi karyawan di salah satu distributor fashion besar di Pekanbaru, sejak 2009. Dia bekerja sebagai admin di sana. Bermodal relasi dan pemahaman sebagai admin, dia nekat membuka usaha sendiri.

“Saya mulai jualan pada 2011 dengan modal pas-pasan. Nekat saja,” ujar Afriani.

Saat mulai membuka usahanya, dia masih bekerja di perusahaan garmen itu. Dia menikah dengan Anwar Nainggolan pada 2012 dan masih tetap bekerja usai menikah. Baru pada 2013, dia memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus penjualan online miliknya.

“Awak hanya bisa membantu modal sedikit. Maklum, gaji awak cuma Rp100 ribu sehari Bang,” ujar Anwar, suami Afriani, yang menimpali juga saat itu.

Anwar bekerja sebagai koordinator angkutan barang di salah satu pergudangan di Jalan Garuda Sakti, Pekanbaru. Dia bekerja saat ada barang masuk saja dan mendapatkan gaji harian. Dalam bisnis fashion istrinya, Anwar tidak terlalu banyak ikut serta.

“Suami saya penasihat saja,” ujar Afriani.

Apalagi, dalam memulai bisnis ini, jatuh bangun sudah dijalani Afriani. Dia perlu teman curhat dan pemberi nasihat. Di awal membuka bisnis, relasinya di Pasar Pusat Sukaramai (sekarang Sukaramai Trade Center) memberikan modal barang yang bisa dijual. Akan tetapi ternyata begitu sulit memasarkan barang lewat jualan online ini.

“Enam bulan pertama itu sedikit sekali berkembang,” ujarnya.

Awalnya dia berjualan online melalui aplikasi pesan di blackberry messenger (BBM). Selanjutnya setelah WhatsApp mulai populer, dia beralih berpromosi di WhatsApp Group (WAG). Dia juga menggunakan aplikasi belanja online Shopee.

“Pengiriman barang tetap menggunakan JNE,” ujarnya.

Momentum Live di Mobil

Bisnis online ternyata tidak semudah yang dipikirkan Afriani. Dia melihat beberapa rekannya membanggakan penjualan online mereka, akan tetapi ternyata tidak semuanya beruntung. Banyak juga yang gagal. Akan tetapi layar sudah terkembang, tentu surut jadi berpantang. Makanya dia kemudian meneruskan niat awal berjualan online.

Modal awal didapat dari pinjaman seorang pengusaha pakaian di Pasar Pusat Sukaramai. Barang bisa diambil lebih dahulu dan baru dibayarkan setelah laku dengan cara mencicil. Awalnya, Afriani berjualan dari rumah ke rumah.

“Saya share foto fashion di BBM, lalu di grup WA, lalu kalau ada yang order, kami antar. Begitu awalnya,” ujar Afriani.

Awalnya, dia berjualan dari rumah mertua, baik menggunakan aplikasi pesan di BBM maupun WAG dan pelanggan yang datang langsung ke rumah. Tapi hasilnya tidak begitu memuaskan. Namun demikian, Afriani tetap tidak menyerah seperti beberapa temannya.

Pada 2014, Afriani mencoba membuka toko di Jalan Durian. Dia pikir, dengan membuka toko di jalan raya yang relatif ramai, maka akan cukup banyak pelanggan baru yang bisa digaet. Dia melakukan over contract dengan pedagang sebelumnya yang menjual sepatu di toko itu. Setelah enam bulan, hasilnya nyaris nihil. Tidak banyak perkembangan. Akhirnya dia kembali berjualan di rumah mertua.

Dia berjualan lagi hingga 2017, momen ketika penjualan online dengan sistem live dimulai. Saat itu yang populer adalah live di Facebook. Perdagangan konvensional dengan toko pun mulai bergeser dengan adanya live Facebook ini.

Salah satu momentum yang paling membuat semangatnya terpacu dan harus digas terus adalah saat dia mencoba live di mobil. Sebab, ketika live di rumah, yang datang berkunjung rata-rata hanya dua hingga tiga pelanggan. Kadang jika beruntung, bisa lima pelanggan.

“Tapi begitu saya live di mobil, ternyata langsung 80-an, hampir 100 pelanggan yang berkunjung,” ujar Afriani penuh semangat.

Ketika itulah dia berpikir bahwa live Facebook ini seperti jalan terang baginya untuk berjualan fashion. Sebenarnya, ujar Afriani, live Facebook di mobil ini tidak sengaja dilakukan. Ketika itu dia baru mengambil barang di Pasar Pusat Sukaramai. Pulang dari mengambil barang, dia mengantar anak memangkas rambut di sebuah kios pangkas rambut tak jauh dari rumahnya. Saat menunggu potong rambut itulah, dia terpikir memanfaatkan waktu untuk live Facebook.

Sendirian, dia pasang kamera depan atau selfie di kursi sopir. Diselipkan begitu saja. Barang-barang di kursi belakang sebanyak dua karung mulai dibentangkan layaknya studio untuk live. Kursi tengah mobil pun dibuka dan Afriani memperagakan live Facebook-nya dari ruang sempit di kursi tengah mobil itu.

“Ternyata hasilnya luar biasa. Dapat hampir 100 pelanggan sekali live. Itu belum pernah terjadi sebelumnya. Dan ini memang inovasi saya sendiri,” ujar Afriani.

Momentum itu kemudian menjadikan semangatnya untuk berdagang fashion lewat live makin terpacu. Gas terus, semangat terus. Afriani ketika itu mendapatkan pinjaman mobil dari mertuanya. Dia pun mulai diajarkan menyetir oleh suaminya dan dia malah sering menyetir sendiri, termasuk ketika momen pertama live Facebook dari mobilnya.

Awal mula dia ingin live Facebook di luar adalah karena sinyal di rumahnya tidak begitu kuat. Makanya dia berusaha mencari sinyal yang bagus di areal perkotaan, misalnya di Jalan Riau. Dia sempat berpikir live dari ruko orang. Akan tetapi itu tidak jadi dilakukan. Yang kemudian dilakukan adalah menggunakan mobil, sebuah inovasi yang belum pernah dilakukan pengguna Facebook sebelumnya.

“Biasanya saya parkir di depan toko orang yang sedang kosong. Dari sana saya live. Ternyata pelanggannya tetap banyak. Setiap live, sekitar 100 pelanggan yang mampir,” ujar Afriani.

Dengan banyaknya pelanggan melalui live Facebook itu, maka Afriani mulai bisa mengembangkan usahanya. Modal pun ditingkatkan. Dia mulai mengajukan kredit ke salah satu bank pemerintah, berbentuk kredit usaha rakyat (KUR). Barang bertambah. Tentu diperlukan tempat lebih. Keuntungan yang makin besar membuat mereka mulai bisa kredit rumah. Maka dia kemudian membeli rumah tipe 36 dengan dua kamar. Satu kamar untuk tidur, satu lagi untuk barang sekaligus tempat live Facebook. Dia live Facebook di ruangan kamar berukuran 3x3 meter.

Sejak punya rumah sendiri itu pula, dia mulai menggunakan karyawan. Awalnya, satu orang, kemudian bertambah hingga empat orang. Semangat berjualannya yang terus bertambah juga menambah cuan. Afriani kemudian bisa menambah rumah lagi di samping rumahnya. Kebetulan, tetangganya itu bermasalah dengan kredit macet dan dia bisa membeli rumah di samping rumahnya.

Covid-19, A Blessing in Disguise

Datangnya musibah pandemi Corona Virus Desease-19 (Covid-19) tak hanya mengancam keselamatan jiwa dan kesehatan. Lebih dari itu, Covid-19 juga menghajar ekonomi. Banyak bisnis yang gulung tikar akibat pandemi yang mulai terjadi pada awal 2020 ini. Sektor penjualan barang-barang fashion termasuk yang paling hancur dihantam pandemi Covid-19. Sebab, masyarakat dipaksa tinggal di rumah dengan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Toko-toko harus tutup. Tapi semua itu tidak terjadi pada para pedagang yang beralih menjadi pedagang online. Apalagi mereka yang sudah lama berkecimpung di dunia perdagangan online, termasuk Afriani.

“Banyak juga kawan-kawan yang heran. Semua orang dagang anjlok, kami malah makin maju,” ujar Afriani.

Covid-19 memang bak keberuntungan di balik musibah atau blessing in disguise bagi pedagang online, termasuk Afriani. Omzetnya naik berkali-kali lipat sejak terjadi Covid-19. Akhir 2019 hingga 2022  adalah masa-masa panen bagi para pedagang online seperti Afriani. Saat sepi saja, omzetnya bisa Rp300 juta per bulan.

“Kalau sedang ramai, bisa Rp800 juta hingga Rp1 miliar,” ujar Afriani.

Ketika masa itu pula dia bisa membeli lahan dan membuat ruko dua pintu dua lantai. Dia juga bisa melunasi mobil ke dealer yang awalnya hanya diberikan pinjaman oleh mertuanya dengan down payment (DP). Beberapa aset lainnya juga bisa dibelinya di masa Covid-19 ini karena omzet penjualan yang terus naik. Karyawannya juga bertambah, dari hanya empat orang menjadi delapan orang dan bisa 11 orang di saat tertentu seperti perayaan agama, terutama Natal. Akan tetapi setelah Covid-19 berlalu, omzetnya pelan-pelan turun. Saat sepi bahkan hanya Rp150 juta per bulan dan saat ramai maksimal hanya Rp400 juta per bulan.

“Sekarang rata-rata begitu. Berkurang setengahnya dibandingkan masa Covid-19,” ujar Afriani.

Baca Juga: Ini Dia Profil Polwan Cantik Bripda Jessica Peraih Juara Karate Kapolri Cup, Pernah Bertanding di Jepang

Andalkan Live Facebook

Kendati telah memiliki ruko alias toko offline, akan tetapi mayoritas pendapatan Afriani tetap dari toko daring atau online-nya. Toko offline hanya digunakan bagi mereka yang kebetulan datang atau yang sudah tahu keberadaannya sejak lama.

Sejak awal, dia memang mengandalkan penjualan lewat live di Facebook. Dia juga pernah live di Tiktok, bahkan ikut dalam live Tiktokshop yang sempat menghebohkan dunia online shop di Tanah Air. Masalah ini bahkan sempat sampai ke meja Menteri Perdagangan dan diselesaikan melalui kebijakan menteri. Kendati banyak yang menggunakan Tiktokshop, Afriani tidak begitu beruntung menggunakan aplikasi tersebut.

“Tetap yang banyak transaksi saat live Facebook. Mungkin di situ keberuntungan kami,” ujar Afriani.

Dia juga sempat bergabung di toko online seperti Shopee. Akan tetapi, lagi-lagi karena merasa kurang cocok, keuntungan kurang memadai, maka dia kembali hanya berjualan secara online di live Facebook. Menurutnya, momen pernah live Facebook dari mobil membuatnya dikenal secara luas di kalangan pelanggannya. Orang sudah kenal dengannya sebagai pemilik Afriani BM Olshop.

“Kini tidak lagi live di mobil, cukup dari ruko,” ujarnya.

Dia bisa tiga hingga empat kali live online shop dalam sehari. Durasinya maksimal bisa tiga jam jika banyak permintaan dan masih ada saja yang online lalu membeli. Jika sepi, kadang hanya live 15 hingga 20 menit saja dan dilanjutkan di waktu kosong lainnya.

“Sekarang tak hanya saya yang live, tapi ada tiga karyawan lainnya,” ujar Afriani.

Karyawannya memang sudah terbiasa juga live online shop. Mereka sudah bisa diandalkan. Akan tetapi tetap saja, jika Afriani langsung yang live, maka pengunjung relatif lebih banyak. Sebab, biasanya selalu ada tawar-menawar harga saat live itu, dan Afriani bisa langsung memberikan harga yang ramah di kantong pembeli, tapi dia tidak rugi. Dia tentu tahu semua harga barang, dan bisa memberi potongan harga, nyaris sama dengan modal, seharga modal, bahkan hingga jual rugi. Sebagai contoh, jika ada yang membeli stok lama, dia bisa menjual, walaupun harganya di bawah modal. Yang penting baginya pelanggan senang dan dia bisa turut mengantarkan kebahagiaan itu.

“Kalau karyawan tentu tidak bisa kecuali minta izin ke saya, dan saya ada di tempat ketika itu,” ujarnya.

Selain ada yang live online shop, ada juga karyawan yang bertindak sebagai admin. Dia akan mencatat setiap pesanan yang masuk dan siap diantar. Ada juga karyawan yang menyiapkan paket untuk diantar jasa ekspedisi.

Waktu live online shop yang dilakukan Afriani dan timnya bervariasi. Yang paling sering dilakukan adalah antara pukul 10.00-12.00 WIB dan malam pukul 20.00 WIB ke atas. Kadang pagi, siang, dan sore dia juga melakukan live online shop.

Menurut Afriani, apapun permintaan pelanggan biasanya akan dilayani walaupun ketika itu tidak ada barang. Misalnya dia hanya berjualan fashion pakaian wanita. Akan tetapi ada permintaan pakaian pria, pakaian anak, hingga peralatan dapur. Termasuk pakaian sekolah. Maka permintaan itu pun diadakannya dengan membeli produk permintaan pelanggan itu secepatnya.

Untuk pasokan barang, ada tempat belanja yang jauh, misalnya di Grosir Tanah Abang. Jika permintaan perlu cepat, maka dia cukup berbelanja di Pasar Pusat Sukaramai. Dengan begitu, pesanan akan cepat dilayani. Dia juga beberapa kali berbelanja ke Bangkok, Thailand,  menggunakan jasa titip (jastip).

Afriani menyebutkan, pelanggannya kebanyakan adalah para reseller. Tak sedikit yang membeli dalam jumlah besar kepadanya, misalnya hingga 60, bahkan 100 pieces pakaian sekali belanja. Sekali transfer bisa Rp3 juta hingga Rp4 juta.

Ingatkan Penipuan

Dalam online shop seperti yang dilakukan Afriani, biasanya ada saja yang mencoba mengail di air keruh. Makanya, dalam setiap kali live, dia selalu mengingatkan pelanggan untuk waspada penipuan. Dia juga selalu menyematkan nomor kontak WA dan rekening resmi tokonya. Di rekening itulah pelanggan membayar. Akan tetapi ada saja pelanggan lugu yang salah transfer. Kejadiannya biasanya terjadi ketika ada pelanggan yang mengirimkan nomor kontak mereka di layar live Facebook. Sebelum admin Afriani BM Olshop menghubungi, yang bersangkutan dihubungi lebih dahulu oleh penipu. Sang penipu mengiming-imingi bebas ongkos kirim (ongkir) dengan syarat segera transfer ke rekeningnya.

“Padahal kami tidak ada bebas ongkir. Jadi kalau ada penawaran yang seperti itu, pasti penipu,” ujarnya.

Dikatakannya, sudah dua kali kejadian seperti ini terjadi. Pelanggan salah transfer ke rekening penipu. Tapi tentunya dia tak bisa disalahkan karena sudah berkali-kali mengingatkan. Dia juga selalu menyampaikan untuk tidak mengirimkan nomor kontak ke layar chatting live, yang bisa dimanfaatkan pihak lain. Cukup japri ke admin.

Ada juga modus lainnya, yakni penipu yang mengaku sudah transfer dan ada bukti transfernya, lalu minta barang dikirimkan. Yang transfer adalah pembeli asli, tapi yang duluan chatting dan mengirim alamat adalah penipu, sehingga jika tidak hati-hati, barang yang dipesan bukan dikirim ke alamat pemesan, tetapi ke alamat penipu.

“Tapi kalau yang seperti ini bisa kami antisipasi. Kami pastikan dulu orangnya sebelum kami kirim barang. Pernah juga hampir kejadian, dan barang sudah sampai ke kurir. Setelah kami sadari itu alamat penipu, kami langsung hubungi kurir dan untungnya belum dikirim,” ujar Afriani.

JNE Pelayanan Terbaik

Afriani BM Olshop sudah bekerja sama dengan jasa kurir JNE sejak awal toko online ini mulai beroperasi pada 2011. Kesan Afriani, JNE memberikan pelayanan terbaik dibandingkan jasa kurir lainnya. Kendati demikian, dia tidak bisa merekomendasikan pelanggan untuk hanya menggunakan jasa kurir JNE saja.

“Sebab, yang membayar jasa kurir tetap pelanggan. Jadi mereka yang menentukan memakai jasa kurir mana,” ujar Afriani.

Dia menyebutkan beberapa penyedia jasa kurir. Setidaknya ada empat jasa kurir yang digunakan Afriani BM Olshop saat ini. Dari semua jasa kurir itu, pelayanan JNE tetap yang terbaik, baik dari segi kecepatan, ketepatan, maupun problem solving jika ada masalah. Pada jasa kurir lainnya, ada pengiriman yang seharusnya sehari sampai menjadi sepekan.

“Komplainnya ke kami selaku penjual. Ada yang minta dikembalikan duitnya karena barang tak datang tepat waktu,” ujarnya memberi contoh.

Ini biasanya terjadi karena kurir jasa ekspedisi selalu berganti-ganti orangnya. Dinamikanya tinggi sekali. Ini berbeda dengan JNE, yang kurirnya tetap. Maka pengiriman barang pun selalu tepat waktu. Jika ada kendala, dan pasti ada saja kendala di jalan, misalnya terjadi musibah, maka pihak JNE selalu cepat responnya.

Kendati selalu merekomendasikan JNE kepada pelanggan, tapi tetap saja ada pelanggan yang ingin menggunakan jasa ekspedisi lain. Salah satu faktor adalah tarif ongkir yang bersaing. Ada penyedia jasa kurir yang membanting harga sedemikian rendah dan oleh karenanya lebih diminati sebagian pelanggan.

“Tentu tidak bisa kita tolak kalau itu maunya pelanggan. Sebab yang membayar ongkirnya mereka,” ujar Afriani.

Sejak 2018, Afriani menjadi member JNE. Dengan menjadi member, maka beberapa fasilitas sudah berbeda dibandingkan sebelumnya. Misalnya dia tidak lagi mengirimkan barang ke agen JNE. Justru petugas JNE dari Kantor Cabang Pekanbaru yang langsung menjemput setiap hari. Dia juga tidak membayar per barang atau per hari, melainkan diakumulasikan per bulan.

“Jadi, uang yang ada bisa diputarkan kembali sebelum dibayarkan untuk ongkir di akhir bulan. Bagi pedagang, memutar modal seperti ini penting,” ujarnya.

Sebagai member, dia juga selalu mendapatkan voucher ongkir. Voucher itu nilainya Rp1 juta rupiah, masing-masing Rp10 ribu. Artinya ada 100 voucher yang bisa diberikan kepada pelanggan. Satu periode voucher harus dihabiskan dalam sebulan. Afriani bebas memberikan voucher kepada pelanggan yang menurutnya layak diberikan. Biasanya dia memberikan voucher kepada mereka yang sudah sering membeli atau pelanggan tetap. Bisa juga pelanggan baru, yang membeli banyak, sehingga ongkirnya jadi lebih ringan. “Terkesan saya yang memberi diskon, padahal sebenarnya voucher ongkir. Bahkan ada yang jadinya free ongkir kalau memang ongkirnya hanya Rp10 ribu,” ujar Afriani.

Sebagai member, dia juga selalu mendapatkan bingkisan, setidaknya pada dua momen, yakni pada waktu hari ulang tahun (HUT) JNE dan hari raya keagamaan. Sejak menjadi member, sudah banyak sekali hadiah yang diterimanya.

“Pokoknya kalau soal pelayanan dan perhatian, JNE toplah,” ujar Afriani.

Branch Manager JNE Pekanbaru, Hui Mandra mengatakan, pihaknya memang lebih mengutamakan pelayanan yang prima kepada pelanggan. Makanya, diakuinya, jasa ongkir JNE lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa ekspedisi lainnya. Hal itu sepadan dengan pelayanan yang diberikan. Pihaknya menggaransi barang sampai dengan cepat dan baik.

“Jika ada yang rusak atau hilang, kami ganti,” ujar Hui Mandra.

Sebagai kompensasi lainnya, pelanggan yang banyak mengirimkan barang melalui JNE akan mendapatkan voucher dan hadiah. Makin banyak pengiriman dilakukan, makin banyak pula voucher ongkir yang diberikan. Afriani BM Olshop adalah salah satu korporat yang banyak menggunakan jasa JNE Pekanbaru dan oleh karenanya juga cukup banyak mendapatkan voucher ongkir. Hadiah juga sangat sering diberikan kepada pelanggan yang loyal.

“Selain saat hari besar keagamaan dan ulang tahun JNE, saat ulang tahun yang bersangkutan juga kami berikan hadiah. Ada momen-momen lainnya saat kami juga selalu memberikan hadiah,” ujar Mandra.

Selain program di tingkat JNE Pekanbaru kepada member, ada juga program JNE di tingkat pusat yang diberlakukan ke seluruh daerah, termasuk Pekanbaru. Program untuk member ini adalah dengan memberikan JNE loyalty card (JLC). JLC diberikan kepada pelanggan setia yang melakukan pengiriman langsung ke kantor cabang atau agen JNE. Kepada mereka diberikan juga hadiah yang cukup menarik. Jika poinnya cukup, maka bisa mendapatkan hadiah berupa rice cooker, slim bag, peralatan dapur dan lainnya.

“Kalau poinnya sangat tinggi bahkan ada juga hadiah jalan-jalan ke Turki. Cuma member JLC Pekanbaru memang belum ada yang sampai ke tahap itu,” ujar Mandra.***

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

 

 

Editor : RP Edwar Yaman
#ConnectingHappiness #JNE33Tahun #GasssTerusSemangatKreativitasnya #jne #JNEContentCompetition2024