Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konsumsi Masih Topang Pertumbuhan Ekonomi 

j
Penulis: jpg❯
Amalia Adininggar Widyasanti (Kepala BPS). (JPG)
Amalia Adininggar Widyasanti (Kepala BPS). (JPG)

Advertisement

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kinerja ekonomi nasional menunjukkan akselerasi pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (YoY). Angka itu meningkat dari 4,87 persen pada periode yang sama tahun lalu. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pertumbuhan ini ditopang kuatnya konsumsi domestik serta kinerja industri pengolahan.

”Ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61 persen secara year on year,” ujarnya, Selasa (5/5).

Advertisement

Dari sisi lapangan usaha, mayoritas sektor tumbuh positif. Industri pengolahan menjadi kontributor utama dengan andil 1,03 persen, ditopang permintaan domestik selama Ramadan dan Idulfitri serta ekspor CPO dan turunannya.

Sektor perdagangan tumbuh 6,26 persen, sementara pertanian naik 4,97 per­sen berkat panen raya dan meningkatnya permintaan pangan. Pertumbuhan tertinggi dicatat sektor akomodasi dan makan minum yang melonjak 13,14 persen, diikuti jasa lainnya 9,91 per­sen serta transportasi dan pergudangan 8,04 persen.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB dan tumbuh 5,52 persen. Sedangkan investasi (PMTB) tumbuh 5,96 persen dengan kontribusi 28,29 persen.

Advertisement

”Konsumsi pemerintah melonjak 21,81 persen, didorong belanja pegawai termasuk gaji ke-14 serta belanja barang dan jasa,” imbuhnya.

Secara wilayah, pertumbuhan terjadi merata. Pulau Jawa masih mendominasi dengan kontribusi 57,24 persen terhadap PDB, diikuti Sumatera 22,08 persen.

Sementara pertumbuhan tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara sebesar 7,93 persen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian kuartal I 2026 menjadi sinyal kuat akselerasi ekonomi. ”Sudah terlihat kita mulai lepas dari ‘kutukan’ pertumbuhan 5 persen. Ekonomi bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Arif Oktafian
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Riau PosIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Artikel Terkait

Perdagangan RI-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS

Perdagangan RI-Rusia Capai 4,84 Miliar Dolar AS

Nilai perdagangan Indonesia–Rusia mencapai 4,84 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 21,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kedua negara

Bangun Pabrik Kelapa di Riau, Target Olah 2 Juta Butir per Hari

Bangun Pabrik Kelapa di Riau, Target Olah 2 Juta Butir per Hari

PT Royal Agro Industri membangun pabrik pengolahan kelapa di Riau dengan kapasitas hingga 1 juta butir per hari. Ekspansi ini menjadi bagian

Ketika Negara Terus Membayar Harga dari Ekonomi yang Tidak Belajar

Ketika Negara Terus Membayar Harga dari Ekonomi yang Tidak Belajar

Karhutla di Riau terus berulang dan menimbulkan beban ekonomi, kesehatan, serta kerusakan ekosistem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer