Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Di Balik Viralnya Rayyan Arkan Dikha; Ada Tanggung Jawab Besar Anak Pacu

Desriandi Candra • Rabu, 16 Juli 2025 | 10:07 WIB

Rayyan Arkan Dikha saat beraksi sebagai si Tukang Tari bersama Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, baru-baru ini.
Rayyan Arkan Dikha saat beraksi sebagai si Tukang Tari bersama Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari Kecamatan Kuantan Tengah, baru-baru ini.


Rayyan Arkan Dikha, bocah laki-laki Desa Koto Kari Kecamatan Kuantan Tengah, kelahiran 28 September 2014 yang baru duduk di kelas V SDN 013 Pintu Gobang Kari, masih belum kembali ke kampung halamannya, Kabupaten Kuansing. Dia, masih sibuk memenuhi undangan dari berbagai pihak di Jakarta. Mulai dari undangan tampil di beberapa stasiun TV swasta nasional hingga menteri negara.

Laporan DESRIANDI CANDRA, Kuansing

DIKHA, begitu nama panggilan putra dari  pasangan Jupriono dan Rani Ridawati. Namanya sudah viral di mana-mana. Baik dalam negeri maupun luar negeri. 

Apalagi di media sosial, seperti TikTok, Instagram, YouTube, Facebook. Hampir semua video pacu jalur yang di posting di media sosial itu memajang aksi kelincahan tariannya di atas Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo saat berpacu di sungai Kuantan. Jalur kebanggaan masyarakat Desa Pintu Gobang Kari. 

Dengan iringan musik rap Young Black and Rich yang dibawakan oleh Melly Mike, penyanyi asal Amerika Serikat memang asyik didengar dan dilihat. Puncaknya, saat diposting di akun TikTok milik klub sepakbola Prancis Paris Saint Germain (PSG). Jutaan orang menonton, me-like dan berkomentar. 

Sejak itu pula, video Dikha dan musik Melly Mike di-posting dan ditiru hingga belahan dunia. Dikha pun dicari banyak orang, diundang berbagai stasiun televisi swasta nasional dalam berbagai program untuk menunjukkan aksi tariannya dan pacu jalur. 

Dikha bersama orang tuanya juga diundang langsung oleh Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI, Widiyanti Putri Wardhana. Terakhir, Dikha diundang Menteri BUMN RI Erick Thohir yang juga Ketua Umum PSSI dalam penutupan Piala Presiden 2025 di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (13/7) malam. 

Meski di tengah kondisi hujan, Dikha yang menggunakan pakaian adat Melayu Kuansing itu tetap menari-nari memperagakan aksinya sebagai si Tukang Tari Jalur. 

Penampilan Dikha ini juga diposting langsung Erick Thohir di akun TikTok-nya. Erick Thohir bersama Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tampak ikut menirukan aksi Dikha ari atas panggung utama stadion. 

Sementara di luar negeri, Marc Marquez yang memenangkan MotoGP Jerman di Sirkuit Sachsenring juga melakukan selebrasi tarian Dikha. 

“Kami masih di Jakarta. Tadi malam (Ahad) Dikha tampil di penutupan Piala Presiden. Siang ini (Senin, red) tampil di stasiun TV swasta nasional,” ujar ibu Dikha, Rani Ridawati pada Riau Pos, Senin (14/7).

Sejak keberangkatan Dikha dari kampung halamannya di Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, pada 8 Juli 2025, hingga hari ini Dikha belum pulang ke Kuansing. Dikha masih padat memenuhi undangan tampil dalam berbagai acara TV di Jakarta, memenuhi undangan sejumlah menteri negara dan lainnya. 

Bahkan Kementerian Luar Negeri RI, juga menawarkan Dikha untuk tampil di Dubai. Namun mengingat waktu yang sempit atau mepet, masuk sekolah tahun ajaran baru yang sudah mulai dan pacu jalur di Kari yang sudah dekat, undangan tampil ke Dubai, belum bisa mereka penuhi. 

“Jadi undangan ke Dubai belum bisa kami penuhi. Dan Dikha sementara ingin pulang dulu,” ujar Rani didampingi suaminya, Jupriono. 

Apa yang dilakukan Dikha, lanjut Rani juga bagian dari mempromosikan pacu jalur lebih luas. Dia berharap, aksi Dikha bisa berdampak positif, baik pada Dikha, desanya maupun Kabupaten Kuansing dan pacu jalur. 

Viralnya aksi Dikha juga membawa berkah pada pengurus dan anak pacuan jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo Desa Pintu Gobang Kari. Sebab, aksi Dikha yang viral dilakukannya saat bersama jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo sedang berpacu.  Ini membuat jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo semakin dikenal di Kuansing dan peserta pacu jalur lainnya. 

“Kami tentu saja sangat senang. Dikha viral, jalur kami juga viral. Sebab, orang tahu Dikha Si Tukang Tari Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo,” ungkap Ketua Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo, Mai Pides. 

Namun di sisi lain, papar Mai Pides, ada tanggung jawab yang besar bagi anak pacu (pemacu, red). Di mana pengurus bersama anak pacu punya tanggung jawab untuk memberikan prestasi yang maksimal dan terbaik dalam arena perpacuan jalur. 

Keterkenalan Dikha, memberikan motivasi bagi seluruh anak pacu untuk giat berlatih menjelang pacu jalur di Tepian Narosa Telukkuantan. Saat ini, anak pacuan Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo berlatih tiga kali sampai empat kali dalam satu pekan. Ritme latihan itu, bertambah dari sebelumnya satu sampai dua kali dalam sepekan. 

“Ini semua juga dampak viralnya Dikha. Anak pacuan berkomitmen menampilkan hasil yang maksimal,” ujar Mai Pides. 

Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo saat ini memiliki dua jalur. Jalur pertama Tuah Khogi Dubalang Ghajo, dibuat pada tahun 2014 lalu. Dengan panjang 32,5 meter, Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo pertama berisi 57 anak pacuan. Termasuk Si Tukang Tari, Timbo Ruang dan Tukang Onjai. 

Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo kedua, dibuat pada 2 Februari 2025. Dengan panjang 34 meter, jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo kedua berisi 61 orang. 

Kedua Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo berjenis kayu marsawa yang didapat di kawasan hutan Bukit Tabandang, Kecamatan Hulu Kuantan. Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo dibuat oleh tukang jalur Wardison. 

Pada jalur pertama Tuah Khogi Dubalang Ghajo, belum Dikha sebagai anak Si Tukang Tari. Tetapi Raka yang merupakan abang kandung Dikha yang sekarang menjadi salah satu atlet pacuan. Sementara Timbo Ruang Jupriadi dan Tukang Onjai Bio hingga sekarang. 

Dikha, baru bergabung dengan Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo saat masih duduk di bangku kelas tiga SD. Selain memiliki bakat, Dikha memang hobi dengan pacu jalur. Ketika itu sering melihat pemacu latihan di Sungai Kuantan. “Dan dia yang ingin jadi si Tukang Tari,” ujarnya. 

“Kini, Dikha sudah dikenal, Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo juga sudah dikenal, mereka bertekat untuk menampilan yang terbaik,” ujarnya. 

Ditanya soal video Dikha yang di-posting musik rap dari luar itu, Mai Pides pun tahu setelah viral. Video-video aksi tarian Dikha bersama Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo memang sering di-upload di akun TikTok Jalur Tuah Khogi Dubalang Ghajo oleh beberapa anak pacuan dan warga desa. Tetapi saat itu, video-video mereka berpacu hanya diiringi musik-musik randai Kuansing dan musik lokal pacu jalur lainnya. 

Tetapi setelah diiringi musik rap Melly Mike itu dan dipajang di akun TikTok PSG jadi meledak, menjadi viral. “Dan ini berkah bagi kami dan Kuansing,” katanya. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kuansing Drs Azhar MM atas nama Pemkab Kuansing bersyukur dengan partisipasi semua pihak sehingga pacu jalur sekarang menjadi viral. Saat ini Pemkab Kuansing terus melakukan langkah persiapan pacu jalur di Tepian Narosa. 

Di dalam pacu jalur, salah satu yang unik dan menarik ditonton adalah atraksi anak si Tukang Tari. Di mana si Tukang Tari yang menggunakan berbagai kostum Melayu khas Kuansing akan menari-nari di saat jalur yang sedang berpacu dengan kecepatan tinggi di Sungai Kuantan. 

Tarian si Tukang Tari di depam jalur menjadi simbol atau pertanda kalau jalur mereka berhasil mendahului jalur lawan atau menang. “Dan masyarakat desa asal jalur biasanya akan bersorak sorai memberikan dukungan dari tribun penonton atau pinggiran Sungai Kuantan,” kata Azhar. 

Si Tukang Tari, biasanya menari sambil membawa mayang pinang di tangan kanannya. Memang Dinas Budpar Kuansing mewajibkan bagi setiap jalur yang akan ikut berpacu harus ada anak si Tukang Tari. Selain Tukang Timbo Ruang dan Tukang Onjai. 

Si Tukang Tari biasanya dilakoni anak-anak. Ini dimaksudkan untuk mengurangi berat beban di bagian depan jalur. Berbeda dengan Tukang Timbo Ruang dan Tukang Onjai, biasanya dilakoni oleh orang dewasa. Namun seiring perkembangan, si Tukang Onjai juga sudah banyak dilakoni anak-anak Kuantan yang masih duduk d ibangku SD atau SMP. ***

Editor : Arif Oktafian
#Jalur #kuansing #riau #jakarta #anak pacu #Rayyan Arkan Dhika #Aura Farming