Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Delvi Nurfadilah, Gadis Rohul Peraih Emas AMMA Championship 2026 di Cina; Berkat Tempaan Disiplin dan Patriotisme dari sang Ayah

Engki Prima Putra • Selasa, 13 Januari 2026 | 10:45 WIB
Atlet MMA Riau Delvi Nurfadilah (dua kiri) foto bersama usai penyerahan medali dan hadiah 3rd Asian MMA Championship 2026 di Luzhou, Cina, Ahad (11/1/2026).
Atlet MMA Riau Delvi Nurfadilah (dua kiri) foto bersama usai penyerahan medali dan hadiah 3rd Asian MMA Championship 2026 di Luzhou, Cina, Ahad (11/1/2026).

Di dalam oktagon, diiringi sorak sorai penonton, seorang gadis muda asal Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) berdiri tegap. Tatapannya tajam. Gerakannya tenang, namun mematikan. Namanya Delvi Nurfadilah.

Laporan ENGKI PRIMA PUTRA, Pasirpengaraian

PADA Ahad (11/1) siang waktu setempat, menjadi hari bersejarah bagi Delvi. Dalam partai final 3rd Asian MMA (AMMA) Championship 2026 yang digelar di Luzhou, Delvi yang membawa nama Indonesia sukses menjadi juara dan meraih medali emas di kelas 48 kilogram (kg) putri.

Lawannya bukan semba­rang atlet, petarung tuan ru­mah. Namun, Delvi mengakhiri laga dengan cara paling meyakinkan yakni knockout (KO) hanya dalam setengah ronde. Wasit asal Vietnam yang memimpin pertandingan bahkan harus menghentikan laga lebih cepat. Kemenangan mutlak. Bendara Merah Putih berkibar di arena AMMA Cina.

Bagi Delvi, kemenangan itu buka semata soal teknik dan fisik. Di balik pukulan dan kuncian, ada nilai disiplin dan patriotisme yang tertanam sejak kecil yang diserap dari sang ayah bernama Peltu Amir, seorang Babinsa Mahato Koramil 11 Tambusai, Kodim 0313/KPR yang juga pelatih nasional Tarung Derajat.

Delvi merupakan atlet binaan PB Persatuan Tarung Campuran Indonesia (Pertacami) yang dipercaya di AMMA level Asia. Kejuaraan AMMA sendiri dikenal sebagai salah satu gerbang menuju kompetisi dunia, dengan standar ketat yakni atlet harus menguasai minimal lima cabang bela diri. Namun, bagi Delvi, syarat itu bukan hal baru dan itu telah ditekuninya sejak sekolah dasar.

Tumbuh Bersama Bela Diri Sejak Kelas 2 SD
Perjalanan Delvi di dunia bela diri dimulai sejak usia sangat dini. Kelas 2 SD, ia telah akrab dengan kerasnya latihan. Mulai dari tarung derajat, taekwondo, jujitsu, gulat, muaythai hingga berbagai disiplin bela diri lain terus ia tekuni hingga bangku kuliah.

Berbagai prestasi nasional dan internasional pun telah diraih. Di antaranya juara Muaythai Thailand, runner-up kejuaraan jujitsu di Brunei Darussalam, juara nasional kungfu Indonesia (AKTI) di Bali, hingga sederet podium di kejuaraan wushu, kick boxing, dan tarung derajat tingkat Sumatera Utara dan nasional.

Semua itu menjadi fondasi kuat yang membawanya tampil matang di pentas Asia. Sebelum ikut Kejuaraan AMMA di Cina, Delvi dibina langsung oleh Marcos Tulio Machado, pelatih asal Brazil sebagai negara yang dikenal sebagai salah satu kiblat MMA dunia.

Di balik kesuksesan Delvi, ada sosok ayah yang selalu menjadi tiang utama. Gadis berusia 20 tahun itu lahir di Karawang, 2 Agustus 2005. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Sejak tahun 2020, Delvi menetap di Desa Mahato mengikuti kepindahan tugas ayahnya sebagai Babinsa.

Kini, Delvi tercatat sebagai mahasiswa STIKOM Tunas Bangsa Pematang Siantar, Jurusan Informatika Semester III. Dengan sistem perkuliahan online memungkinkan dirinya tetap fokus pada latihan dan kompetisi internasional.

Babinsa Mahato Koramil 11 Tambusai Peltu Amir saat dihubungi Riau Pos, Ahad (11/1) malam merasa bangga atas prestasi yang dikuti oleh anak ketiganya. Keberhasilan dan prestasi yang ditorehkan Delvi, berkat kekuasan Allah SWT dan doa masyarakat Indonesia, Rokan Hulu khususnya Tambusai Utara.

Sebagai Babinsa, Peltu Amir terbiasa hidup dalam keteraturan dan pengabdian. Nilai itu pula yang diwariskannya kepada Delvi sejak usia dini. Sejak kelas 2 SD, Delvi sudah dikenalkan pada dunia bela diri-bukan untuk mencari sensasi, tetapi untuk membentuk karakter. “Latihan itu bukan hanya soal menang, tapi soal disiplin, tanggung jawab, dan mental,” ujar Peltu Amir yang juga pelatih nasional tarung derajat.

Bagi Peltu Amir, kemenangan Delvi adalah pesan bagi generasi muda. Bahwa pengabdian kepada negara bisa diwujudkan dengan banyak cara, salah satunya lewat olahraga. “Merah Putih tidak hanya dikibarkan oleh prajurit bersenjata. Anak-anak bangsa juga bisa mengibarkannya lewat prestasi,” katanya.

Peltu Amir berharap pemerintah daerah dan provinsi dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pembinaan atlet muda berprestasi. “Semoga prestasi Delvi bisa memicu semangat generasi muda untuk berlatih dan berprestasi, serta menjauhi hal-hal negatif,” harapnya.

Wakil Bupati Rohul H Syafaruddin Poti SH MM kepada Riau Pos, Ahad (11/1) malam menyampaikan kebanggaan atas prestasi Delvi. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa putra-putri daerah mampu bersaing di level internasional. ‘’Dengan disiplin, pembinaan serius, dan dukungan semua pihak, atlet daerah bisa berjaya di tingkat Asia bahkan dunia,” ujarnya.

Pemkab Rohul, lanjutnya, berencana memberikan penyambutan khusus saat Delvi tiba kembali di kampung halaman. Ia berharap prestasi Delvi menjadi inspirasi bagi generasi muda Rohul untuk menekuni kegiatan positif, khususnya olahraga.

Usai berlaga di Cina, Delvi dijadwalkan kembali ke Indonesia, Selasa (13/1) hari I nidan akan mendapatkan undangan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dua hari kemudian, ia akan kembali ke Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Rohul. Pulang sebagai juara, membawa emas dan mengharumkan nama Indonesia.(das)

Editor : Arif Oktafian
#Peraih Emas #delvi nurfadilah #rohul #2026 #AMMA Championship