Adalah Yohanes Fitri, seniman Riau yang mengawal langkah membuat ilustrasi untuk buku "Unternehmen erfolgrrich transformien", sebuah buku terbitan Jerman, 2020 lalu. Kini ia tengah menyiapkan karya untuk pameran seni internasional Digitopia bertajuk " Utopia 2026" yang ditaja oleh Utopien Sammlerin, sebuah platform majalah digital di Jerman, setelah konsep karyanya lolos kurasi.
Laporan: FORQON LW, Pekanbaru
SAAT Riau Pos berbincang di studionya yang berada di Jalan Kartama, Perhentian Marpoyan, Pekanbaru, beberapa waktu lalu, Anes -sapaan akrabnya- tampak antusias menyampaikan konsep karyanya yang berangkat dari riset yang dilakukannya.
"Beberapa material karya ini, bahan pewarna misalnya, merupakan olahan dari tanah yang memiliki kemiripan dengan tanah di Candi Muara Takus, seperti kadar pH maupun zat-zat yang terkandung lainnya. Ini untuk menguatkan konsep daya tahan karya yang divisualisasikan dengan hewan yang bisa mencapai umur ratusan tahun: kura-kura. Selain itu juga ada bahan logam seperti plat stainless steel, tembaga, benang bordir, hingga resin. Semua bahan-bahan ini mempunyai filosofi masing-masing sebagai representasi pesan yang ingin disampaikan. Karya nantinya tetap dua dimensi tapi dengan teknik berlapis/tumpang tindih," papar Anes.
Keberhasilannya menembus Eropa tersebut berawal dari proyek membuat ilustrasi untuk buku "Unternehmen erfolgrrich transformien" terbitan Jerman yang juga masuk jurnal Amazon. Oleh penerbit ia dipromosikan ke Utopien Sammlerin, sebuah situs majalah daring tempat berkumpul komunitas global berbasis riset dan seni, yang fokus pada inovasi masa depan. Maka dua lukisan karyanya yaitu "Our Own Home" dan "Me and My Self" terbit di situs tersebut, April 2021 lalu. Tahun 2022 dan 2025 karyanya kembali dipamerkan pada pameran Digitopia dan menjadi topik pembicaraan. Tahun 2026 ini Anes kembali dihubungi Utopiens Sammlerin untuk kontribusi karya pada pameran Digitopia bertajuk "Utopia 2026".
Anes berharap setidaknya akan lahir 20-an karya berbasis riset yang telah dilakukannya.
"Saya berharap nanti bisa pameran tunggal di tempat yang representatif seperti galeri, misalnya. Karya-karya yang dipamer akan didokumentasikan untuk pameran secara virtual di Utopien Sammlerin. Semoga nanti saya bisa diundang untuk residensi dan berpameran secara fisik di sana (Jerman, red.)", tutup Anes.***
Editor : Edwar Yaman