Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kisah Kader Posyandu Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Menjadi Penggerak Dapur Sehat Lawan Stunting

Henny Elyati • Sabtu, 4 April 2026 | 13:34 WIB
Kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis menyiapkan menu sehat dalam upaya menghadirkan makanan bergizi pencegahan stunting bagi balita dan ibu hamil, baru-baru ini. PHR UNTUK RIAU POS
Kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis menyiapkan menu sehat dalam upaya menghadirkan makanan bergizi pencegahan stunting bagi balita dan ibu hamil, baru-baru ini. PHR UNTUK RIAU POS

 

Di tengah upaya penurunan angka stunting di Provinsi Riau, terselip kisah inspiratif dari Yulianti, seorang kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - YULIANTI telah mengabdikan diri selama lebih dari tiga dekade sebagai kader Posyandu. Ia menjadi saksi sekaligus pejuang kesehatan bagi ibu dan anak di lingkungannya.

Kini, melalui kolaborasi dengan program PHR Peduli Stunting (Penting), Yulianti menginisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, sebuah gerakan swadaya untuk mengolah makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil.

Sebelum program ini berjalan, Yulianti menghadapi tantangan berat berupa rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Tidak jarang ia menghadapi penolakan halus dari warga yang belum percaya pada intervensi gizi. Keterbatasan ekonomi juga membuat pangan bergizi bukan menjadi prioritas utama bagi banyak keluarga.

Baca Juga: Lebih Modern dan Ramah Pengguna 

‘’Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,’’ ujar Yulianti mengenang masa sulitnya, Jumat (3/4).

Kehadiran PHR  melalui Program Penting memberikan angin segar bagi Yulianti. Ia kini tidak lagi bergerak sendiri. Ia bersama kader lainnya mendapatkan pelatihan pengolahan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis komunitas dan pendampingan intensif.

Dukungan ini mengubah pola kerja kader di Kelurahan Air Jamban. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan rutinitas Posyandu, kini mereka mampu mengolah PMT secara mandiri melalui Dapur Sehat. Pendekatan personal yang dilakukan secara sabar mulai menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Melihat Peringatan HUT Ke-70 Indragiri Hulu Bersamaan Idulfitri 1447 H; Sederhana, Berkomitmen Bawa Perubahan Lebih Sejahtera

Hasil dari konsistensi ini mulai terlihat nyata, kader Posyandu kini lebih solid, aktif, dan memiliki kapasitas dalam mengedukasi serta mengolah nutrisi lokal. Masyarakat juga lebih terbuka terhadap edukasi gizi dan aktif memantau tumbuh kembang anak di Posyandu.

Di wilayah Air Jamban, upaya ini telah menjangkau 22 penerima manfaat langsung terdiri 15 balita dan 7 ibu hamil. Secara luas, program Penting telah memberi manfaat kepada 908 orang di 22 desa wilayah Riau melalui edukasi pencegahan stunting, baik masyarakat umum, ibu hamil dan remaja tingkat sekolah.

Sedangkan distribusi PMT dan PKMK telah menjangkau 395 penerima manfaat langsung, yang terdiri atas 301 balita stunting atau berisiko stunting dan 94 ibu hamil dengan kondisi KEK atau berisiko tinggi.

Bagi Yulianti, melihat anak-anak tumbuh sehat adalah upah yang tidak ternilai. ‘’Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat dan para ibu semakin peduli dengan gizi keluarganya, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar,’’ pungkasnya.

Di Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026, cerita Yulianti dan kader Posyandu di Air Jamban merefleksikan kembali bagaimana akses kesehatan dan kesadaran gizi bukan sekadar teori, melainkan aksi nyata yang lahir dari kemandirian masyarakat di tingkat akar rumput.

‘’Menyaksikan perjuangan ibu Yulianti dan rekan-rekan kader Posyandu di Air Jamban adalah pelajaran nyata tentang ketangguhan. Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,’’ kata Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal.***

Editor : Bayu Saputra
#phr peduli stunting #cegah stunting #gizi anak #posyandu