JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anak mereka tumbuh bahagia. Namun, kebahagiaan dalam keluarga bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Ini adalah hasil dari serangkaian kebiasaan positif yang dibangun dan dipertahankan setiap hari.
Psikologi telah mengidentifikasi lima kebiasaan utama yang ditemukan pada keluarga yang bahagia. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang mendukung dan penuh cinta, tetapi juga membentuk fondasi yang kuat bagi anak-anak untuk berkembang menjadi individu yang bahagia dan sukses.
Melansir Psych Central, berikut adalah lima kebiasaan utama yang ditemukan pada keluarga yang bahagia menurut psikologi:
1. Komitmen
Komitmen adalah pondasi utama dari kebahagiaan keluarga. Alfred Adler, salah satu penemu kajian psikologi, menekankan bahwa kebutuhan inti manusia adalah merasa bahwa mereka diterima. Rasa komitmen ini pertama kali dipenuhi dalam keluarga.
Ketika pasangan berkomitmen untuk bersama, melewati suka dan duka, mereka menciptakan rasa aman yang besar bagi semua anggota keluarga. Anak-anak yang merasa diinginkan dan dicintai tumbuh dengan rasa aman dan kepercayaan diri yang kuat.
2. Merayakan
Keluarga yang bahagia merayakan momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Mereka tidak hanya menunggu perayaan besar seperti ulang tahun atau hari raya, tetapi juga merayakan pencapaian-pencapaian kecil dan usaha-usaha anggota keluarga. Dukungan yang konstan ini membuat setiap anggota merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berusaha.
3. Berkomunikasi
Komunikasi yang efektif adalah kunci kebahagiaan dalam keluarga. Keluarga yang bahagia meluangkan waktu untuk benar-benar mendengarkan satu sama lain, berbagi perasaan, dan saling memberi dukungan.
Mereka menghargai pendapat setiap anggota keluarga, termasuk anak-anak, dan menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa didengar dan dihargai.
4. Peduli
Anggota keluarga yang bahagia menunjukkan kepedulian satu sama lain melalui kata-kata dan tindakan positif. Penelitian menunjukkan bahwa ketika komentar positif melebihi komentar negatif dengan rasio tiga banding satu, kebahagiaan dan kesuksesan meningkat.
Keluarga yang bahagia sering mengungkapkan rasa terima kasih, mengapresiasi satu sama lain, dan menunjukkan perhatian melalui tindakan-tindakan kecil sehari-hari.
5. Berpelukan
Kontak fisik yang penuh kasih sayang seperti pelukan dan sentuhan kecil sangat penting dalam komunikasi nonverbal dalam keluarga yang bahagia. Kontak fisik ini memberikan rasa nyaman dan keamanan, bahkan bagi remaja yang mungkin tampak kurang nyaman dengan sentuhan.
Orang tua yang sensitif tetap memberikan pelukan dan sentuhan dengan cara yang sesuai, menjaga kehangatan dalam hubungan keluarga.
Dengan mengadopsi kelima kebiasaan ini, keluarga dapat menciptakan lingkungan yang penuh dengan cinta, dukungan, dan kebahagiaan, membangun dasar yang kuat untuk anak-anak yang bahagia dan sehat.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Edwir Sulaiman